Friday, July 15, 2011

Penjelasan Mendiknas:

.......

JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh mengakui adanya 43 rekening liar di kementerian yang dipimpinnya. Menurut Mohammad Nuh, sebanyak 43 rekening liar itu berasal dari 1.200 rekening yang terdapat di Kemendiknas dan disebar pada beberapa unit, salah satunya adalah perguruan tinggi negeri (PTN). Ia menegaskan, 43 rekening liar itu saat ini sedang dalam proses perizinan di Kementerian Keuangan.

"Yakinlah bahwa semua ini bukan berarti liar dalam penggunaannya. Hanya memang belum didaftarkan. Saya diminta mendaftarkan langsung karena ada beberapa nomor rekening dan nama di 43 rekening itu," kata Nuh, Kamis (14/7/2011) sore, di Jakarta.

Ia menjelaskan, rekening yang belum dilaporkan kepada Kementerian Keuangan itu karena ada miss leading antara tahun penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dengan tahun akademik.

"APBN untuk tahun depan sudah kita susun mulai sekarang, sedangkan penerimaan dana dari PTN itu baru sekitar Agustus dan September. Akibatnya, ada miss leading, tidak tercover dan tidak melalui mekanisme APBN karena sifatnya hanya prediksi," ujarnya.

Ia menjamin semua rekening liar itu bisa dipertanggungjawabkan karena rekening itu tidak liar tetapi lebih kepada masalah administrasi yang belum sempurna.

Misalnya, ujar Nuh, rekening yang terdapat di Universitas Hasanudin (Unhas). Di sana ada pergantian tukar tanah antara Unhas dan pihak lain yang sudah dilaporkan ke Kementerian Keuangan, tapi baru disetujui beberapa lalu.

"Masalah Unhas, Kementerian Keuangan sudah memberikan persetujuan, ada kesetaraan dalam proses tukar tanah itu. Mulai besok dan secara terus-menerus, semua rekening itu harus kita tertibkan," ujarnya.

Dalam keterangan pers Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Rabu, diungkapkan bahwa 43 rekening liar itu terdapat di sejumlah PTN. Sebanyak 43 rekening liar itu berasal dari Politeknik Negeri Semarang sebanyak dua rekening senilai Rp 146,24 juta, Universitas Lampung satu rekening sebesar Rp 8,34 juta, Politeknik Negeri Jakarta empat rekening senilai Rp 1,32 miliar.

Lainnya, Universitas Negeri Semarang tiga rekening senilai Rp 18,38 miliar, Politeknik Negeri Ujung Pandang lima rekening senilai Rp 232,36 juta, Politeknik Negeri Lampung dua rekening Rp 104,49 juta, Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel empat rekening senilai Rp 3,95 miliar, dan Universitas Hasanuddin 22 rekening senilai Rp 2,29 miliar.


.....

DetikNews

"43 Rekening itu tidak liar, hanya belum didaftarkan ke Kemenkeu. Nomor rekening itu semua bisa dipertanggungjawabkan," kata M Nuh.

Hal itu dikatakan usai penandatanganan MoU dengan Menteri Pendidikan Selandia Baru Hon anne tolley, di Kemendiknas, Jl Sudirman, Jakarta, Kamis (14/7/2011).

Namun menurutnya saat ini sudah ada 22 rekening dari 43 rekening tersebut yang sedang dalam proses pendaftaran. Sementara sisanya belum didaftarkan.

Adanya puluhan rekening yang belum didaftarkan karena ada perbedaan antara tahun anggaran dengan tahun ajaran.

"Adanya rekening itu diakibatkan karena penerimaan dana PTN ada di bulan Agustus-September karena semester baru. Ada missreading satu semester. Berbeda dengan tahun APBN jadi tidak tercover dalam APBN. Beberapa universitas akhirnya membuka rekening sendiri agar bisa lebih cepat," terangnya.

Nuh menambahkan kedepannya pihaknya akan melakukan penertiban administrasi terkait rekening tersebut. "Saya sudah meminta agar secepatnya rekening tersebut segera didaftarkan. Ini akan terus kami tertibkan," tutup Nuh.
......

Thursday, July 14, 2011

Di Kontan, 14 Juli 2011 diberitakan: .... di Unnes ada 3 rekening tanpa ijin menkeu dengan saldo akhir 18,3 milyar
.Dari Kompas 14 Juli 2011, kebetulan membaca di psw dalam perjalanan SRG-CKG-PLM ttg bermasalahnya keuangan PTN
(http://cetak.kompas.com/read/2011/07/14/0430211/bpk.keuangan.ptn.bermasalah)
....
Kedua, PNBP yang tidak dimasukkan ke rekening resmi bendahara atau rektor sebesar Rp 2,4 miliar di Politeknik Negeri Ujung Pandang, Politeknik Negeri Lampung, dan Politeknik Negeri Semarang.
Ketiga, penggunaan PNBP secara langsung, atau tidak dimasukkan ke rekening bendahara umum negara atau Kementerian Keuangan senilai Rp 11,42 miliar di Universitas Negeri Lampung dan Universitas Negeri Semarang. "Itu semua harus dihentikan karena dari total pungutan pendidikan yang berasal dari masyarakat sebesar Rp 7,9 triliun, ternyata ada sampel kasus yang menunjukkan dana tidak dikelola dengan baik," ujar Rizal.
...
Selain itu, BPK juga menemukan pengelolaan kas sebesar Rp 1,174 triliun di Kementerian Pendidikan Nasional yang tidak tertib. Permasalahan kas tersebut ditemukan di Universitas Negeri Semarang yang tidak dapat merinci saldo kas sebesar Rp 38,12 miliar.
...
Bagaimana kira2 kelanjutannya? Apa yang sebenarnya terjadi? Apakah terkait dengan studi2 banding dan kealpaan penganggaran (misalnya ada kegiatan yang harus berjalan tapi ternyata lupa dianggarkan)? Gelap ..., tapi kok BPK menyebut institusi dengan jelas? Supaya tidak terjadi dugaan macam2 lebih baik kalau pihak yang disebut2 itu memberikan penjelasan, agar infonya berimbang. Atau, seperti pendapat salah satu member milis DG: kalau pejabat BPK yang ngomoing spt itu jadi rektor, apakah kira2 akan lebih baik? ...

Sunday, May 15, 2011

Aku di bandara A. Yani saat ini. Undangan penulisan laporan KP dilakukan di Savoy Homann mulai tanggal 15 sampai 17. Sebelum kepastian berangkat hari ini, kemarin E dari Belmawa menanyakan apakah aku telah membeli tiket untuk rencana pertemuan Senin di Century. Memang, sebeliumnya ada rencana pertemuan untuk membahas finalisasi revisi SK 107 dan sebenarnya aku juga telah membeli tiket yang kemudioan aku ajukan tanggal berangkatnya menjadi tanggal 15 karena undangan KP. Aku jawab ke E bahwa memang benar telah membeli tiket, hanya saja tiketnya luwes sehingga tidak masalah seandainya dicancel atau dipending. Toh bisa digunakan lain kali. Benar juga sejam kemudian, setelah menghubungi ES yang dari Sub akhirnya pertemuan di Century dibatalkan. Ini dampak dari cuti bersama dadakan. Jadi, aku bisa fokus ke KP dan disertasiku yang masih menggantung, belum dijadwal ujiannya karena masih melalui satu kali rapat lagi.
Bulan ini bulan yang sibuk. Tanggal 5-7 kemarin aku ujicoba KP ke Untan, sebelumnya, tanggal 2 rapat di Belmawa. Ada juga meeting di Ambara tanggal. 29 April. Lalu tanggal 9-11 ujicoba KP di Unismuh Makasar. Saat ini aku belum tahu, mau pulang ke Smg atau langsung saja ke Y untuk menyelesaikan urusan disertasi? Tak tahulah. Tergantung kondisi. Tiketku luwes, jadi bisa ke mana saja, atau bahkan naik kereta apai dan tiketnya aku tunda pemakaiannya. Hal lain, pekerjaan PLPG sudah harus diselesaikan.

Sunday, May 08, 2011

Jam 17.30an kemarin baru aku sampai rumah setelah 2 jam lebih penerbangan dari PNK. Kira2 1 jam transit di BSH dan beberapa belas menit antre taksi di bandara ayani. Merasa nyaman karena batu kandung kemih bisa keluar saat mandi di orchadz hotel, meskipun sambil meringis menahan sakit saat penyebab nyeri sejak selasa (atau tepatnya sejak dari ambara ya?). Besok harus ke Makasar, tiket sudah siap hanya perlu online checking sore ini.

Friday, May 06, 2011

Aku berdua dengan FR tiba di Pnk menjelang tengah hari tanggal 5 Mei. Dari bandara Supadio, Pak K menjemput kami. Makan siang dulu di rumah makan di tepi jalan raya (by pass) bandara, sebelum menuju FKIP dan bertemu Pak Asw. Beliau rupanya masih mengingat aku yang pernah ke sini dua tahun lalu dan sempat pula ketemu beliau di dalah satu event di Jakarta. Sambil minta ijin pelaksanaan ujicoba esok hari, kami terlibat perbincangan hangat. Salah satu topik adalah tentang Pak RJ yang meninggal dinihari tanggal 5 Mei. Kebetulan Pak RJ adalah promotor Pak Asw ketika S3.
Dari FKIP kami diantar Pak K menuju hotel Orchadz tempat saya menginap 2 tahun lalu.

Hari kedua di Pnk kami awali dengan datang ke kampus PGSD. Acara ujicoba dimulai setelah sejenak beramah tamah dengan pimpinan Jurusan, dan membicarakan banyak hal termasuk PJJ dan S1 Dik dalam Jabatan yang di Untan ini ternyata dikelola Fakultas. Acara ujicoba diselingi dengan manis oleh pengalaman khas infrastruktur listrik yang sempat mati 5 menitan. Sempat kepikiran melaksanakan plan B (yang g kepikir mau apa, soalnya plan yang ada adalah ke warnet yang listriknya bisa saja mati juga). So, here we are ...

Monday, May 02, 2011

Pagi ini aku ke Jakarta. Undangan yang aku terima menyatakan bahwa acara rapat adalah pembahaan revisi sk menteri no. 107 untuk mengakomodasi PJJ yang direstui sebagai sarana peningkatan APK.
Pesawatku berangkat jam 09.40 tepat sehingga baru jam 11.30 aku sudah sampai di senayan. Maka aku putuskan untuk mampir di lantai 5 sambil mengurusi surat tugas uji coba KP dan berkoordinasi dengan teman-teman tim dikti. Menjelang ke luar, sambil duduk di sebelah sgyt yang tadi pagi sepesawat dan ada acara ketemu dengan dir, dan ngobrol, datang Bu Nn. Bu Nn minta bantuan untuk menjelaskan ke dir mengenai apa itu KP dan apa gunanya. Aneh, padahal kita telah menjelaskan dan bila perlu dir kan bisa tanya ke ap. Tentu saja aku bilang bahwa tidak ada momen yang pas bagiku untuk tiba2 ngomong itu ke dir. Disangkanya Bu Nn aku se fak atau malah se jurs dengan dir sehingga bisa ngomong. Andai toh begitu, aku nggak mau tiba-tiba ngomong ngejelasin apa itu KP. Ujung2nya terungkap, lewat Bu Nn, bahwa dir tidak suka menggunakan duit utangan. Duit untuk KP memang dari program Bermutu yang adalah duit utangan. Masih menurut Bu Nn, pernah dir menyuruh pindahkan alokasi dana kegiatan yang mmenggunakan dana utangan ke dana apbn. Bu Nn konsultasi ke biro perencanaan. Tentu saja tidak semudah itu memindah-alokasikan anggaran. Menurutku, sebaiknya dir konsen untuk menjaga agar pada masa kepemimpinannya ia menghindari membuat komitmen baru daripada buang energi menolah utang yan agreenmentnya G to G dan sudah dimulai era sebelumnya. Tapi menurut Bu Nn semua sdh beres dan aku dipesan untuk tidak cerita ke Bu Pp biar sii ibu tidak kepikiran. Di lift, ketika aku mau naik ke lantai 7 temat rapat dilaksanakan, aku ketemu bu Pp. Kami bareng naik ke ruang rapat. Karena rapat masih lama lagi baru akan mulai, Bu Pp mengajak ke Fx untuk makan siang. Di Cosi kami makan sambil ngobrolin sebagian informasi yang aku dapat dari Bu Nn minus sikap dir terhadap KP. Jadi aku tetap memegang janjiku ke Bu Nn.
Sore rapat sudah selesai dari rencana semula yang harusnya selesai jam 20. Maka meskipun sudah disediakan kamar di century atlet, aku memilih langsung ke Yogya karena besok pagi musti ambil hasil revisian di Pak Bb.

Monday, April 11, 2011

Dua akhir pekan berturut-turut, aku mengisi kegiatan In House Training Peningkatan Kompetensi TIK Guru SMA RSBI Jawa Tengah. Tanggal 2-3 April melakukan kegiatan di SMAN 1 Salatiga, dan 9-10 April di SMAN 1 Ungaran. Senin, 11 April diminta SMK 7 memberikan materi IHT tentang Metode Pembelajaran berbasis TIK di Hotel Muria, Jl. Dr. Cipto Semarang.

Friday, April 08, 2011

Unnes menambah penerimaan:
- reguler
- non reguler
- pjj

1. Diskusi penyusunan proposal PJJ
2. Penambahan kuota via non reguler

Sistematika proposal
- aspek pembelajarannya ditangani oleh PTIK
- sharing sistem ketika sarasehan

Prodi yang eligible PJJ
- FIS
- Bahasa
- Matematika
- Ekonomi
(Diemailkan ke masing2 peserta rapat)

Wednesday, April 06, 2011

Kemarin pulang dari Yogya via Solo, pakai Nusantara. Di Bawen datang telpon suruh ke Yk ketemu Ketua Konsorsium Bidang Ilmu jam 15.00. Jadilah pagi tadi aku pakai Cipaganti ke Yk lagi. Sekarang sedang nunggu saatnya tiba, di ... Lab SE.

Tuesday, April 05, 2011

Smg-Pwr-Yogya-Ska-Smg

Pagi tadi berangkat jam 06 sekedar mau bertanya ke ketua konsorsium bidang ilmu mengenai draft disertasi. Sudah aku berikan sejak tgl 18 bulan lalu. Karena harus memutar via Pwr maka aku baru sampai Yk jam 10 lebih. Hanya satu menit di R PPS untuk sekedar mendapat jawaban bhw beliau sdh membaca tapi belum selesai dan belum dikembalikan ke TU. Sisa waktu akhirnya kupakai untuk melapor ke promotor. Jadilah aku sekarang di atas bus mau kembali ke smg. Kali ini pulangnya via Surakarta. Itu artinya akan memakan waktu 4 jam. Hmmm
-----------------
Hari Wibawanto
Teknik Elektro
Universitas Negeri Semarang

Sunday, April 03, 2011

Notula Rapat PJJ Belmawa

PEMBUKAAN
Ibu Hasmi Musa
Kasi Sistem Pembelajaran
Menyampaikan agenda rapat yang diamanahkan Direktur Belmawa, Ibu Illah Sailah, yang terdiri atas:
- Peninjauan kembali SK Mendiknas No. 107 tahun 2001, terutama mengenai syarat hasil akreditasi program tatap muka dari program yang akan diselenggarakan dengan PJJ;
- Kisi-kisi kegiatan PJJ 2011;
- Program studi yang akan ditawarkan ke perguruan tinggi di luar UT, untuk diselenggarakan dengan model PJJ (untuk program studi yang tidak memerlukan praktikum);
- Hibah akan segera dikontrakkan pada perguruan tinggi, dan diharapakan sudah dilaksanakan pada bulan Agustus 2011.

PEMBAHASAN KEGIATAN PJJ 2011
- SK 107 Tahun 2001 tentang penyelanggaraan PJJ di Indonesia
- Kondisi terkini
- Revisi terhadap SK No. 107 Tahun 2001, belum digarap;
- Direktorat Kelembagaan dan Kerjasama sedang membahas pengganti SK No. 234 tahun 2000 tentang Pendirian Perguruan Tinggi;
- Rencananya PJJ akan diatur dalam SK terpisah dari SK No. 234.
- Analisis terhadap SK No. 107 Tahun 2001
SK tersebut belum menjelaskan tentang proses belajar;
- Peryaratan "hasil akreditasi A" untuk program studi dengan tatap muka, yang telah ada, sulit dipenuhi, sebab BAN PT tidak sanggup mengakreditasi dengan cepat;
- Persyaratan "telah menyelenggarakan program studi serupa dengan model tatap muka" perlu disesuaikan. Mengingat terdapat sejumlah program studi unik, yang tidak dapat diselenggarakan dengan PJJ. Serta bergantung pada tujuan pemerintah dalam mengembangkan model pembelajaran PJJ. Apakah untuk ekspansi atau untuk mengembangkan program studi baru yang unik (belum ada program studi serupa yang diselenggarakan dengan tatap muka).
- Kisi-kisi Kegiatan PJJ 2011
Penyusunan Panduan Penyelenggaraan PJJ (untuk PT non-UT)
Garis Besar Isi Panduan
PJJ dan aturan yang berlaku;
- Uraian tentang model PJJ yang telah berjalan di indonesia, yaitu:
Model GDLN
Model Hylite
Model Pendidikan Vokasi Berkelanjutan (PVB/seamless)
Model Poltek (PENS)
Model Dual Mode (+ Hylite)
Model UT
Model AI3 (ITB, UGM dan UI)
- Syarat, kriteria, quality control, persiapan yang diperlukan untuk menyelenggarakan masing-masing model (secara umum, regardless prodi yang diselenggarakan).
- Target
Mei 2011 draft panduan selesai (waktu efektif penyusunan draft panduan adalah 2 bulan);
Juni 2011 sosialisasi;
Juli 2011 panduan selesai;
- Panduan PJJ yang telah disusun, nantinya dapat disempurnakan kembali setelah mendapat masukan dari perguruan tinggi yang menyelenggarakan PJJ sesuai panduan.

Sarasehan Model PJJ

Tujuan:
- Untuk mengidentifikasi minat PT terhadap PJJ, usulannya adalah mereka tidak kita beri akomodasi dan transportasi, mengingat mereka akan mendapat informasi. Sehingga dapat menjaring lebih banyak PT yang terjaring, misalnya menjadi 150 perguruan tinggi.
- Menggali model lain yang sudah dijalankan PT.
Peserta:
Jumlah:
150 perguruan tinggi (daftar terlampir)
Syarat:
- Dilihat daftar perguruan tinggi yang pernah mengusulkan pembukaan PJJ
- Dipilih dari PT yang menjalankan program INHERNT
- Akreditasi minimal B

Narasumber
Daftar terlampir
Tanggung jawab
Biaya peserta : akomodasi dan konsumsi
Biaya narasumber : akomodasi, konsumsi dan transportasi
Data
Data provider PENS (Bapak Edi)
Data INHERENT (Bapak Gatot)
Sosialisasi Kegiatan PJJ
Pelatihan PJJ
Pelatihan E-learning
Pelaporan
Rekomendasi program studi dengan model PJJ
Ada program studi-program studi yang kondusif untuk PJJ dan ada yang tidak kondusif untuk PJJ, misalnya kedokteran tidak direkomendasikan untuk diselenggaakan dengan PJJ;
Data pemetaan program studi dibutuhkan untuk menentukan program studi yang direkomendasikan untuk dibuka dengan model PJJ;
Setelah melihat peta perguruan tinggi, maka dapat ditentukan program studi yang direkomendasikan untuk dibuka.
Hibah Penyelenggaraan Model PJJ
Besar bantuan
Masing – masing perguruan tinggi memperoleh Rp 70.000.000;
Berkemungkinan hanya sedikit yang berminat;
Ditujukan bagi yang berminat dan memiliki modal untuk menjalankan. Benefit lainnya, misalnya ijin untuk membuka program studi sendiri.


Sistem hibah (Kompetisi atau Penetapan?)
Tim akan memberi masukan untuk pilihan sistem hibah.
Apakah dalam hibah ini ada komponen biaya untuk penyusunan bahan ajar? Mengingat PJJ memiliki bahan ajar tersendiri, yang paling banyak membutuhkan perhatian.
Usulan
Pakai model penyusunan bahan ajar, seperti dalam program Hylite, sehingga bahan dapat dipakai bersama. Misalnya ekonomi, digarap UI UGM ITB dan UNAIR secara bersama, dengan sistem pembagian tanggung jawab mata kuliah. Hasilnya menjadi milik bersama.
Perlu disiapkan sistem dan tim Monev
Sasaran hibah
Apakah untuk pengembangan konten atau pengembangan sistem?
Join course
Merupakan alternatif bentuk penyelenggaraan PJJ, yang dapat mengatasi masalah syarat akreditasi.


-----------------
Hari Wibawanto
Teknik Elektro
Universitas Negeri Semarang

Friday, April 01, 2011

Saat ini jam 19.33. Seharusnya aku sudah boardingb atau malah sudah terbang. Tapi, barusan diumumkan bhw pesawat akan diberangkatkan jam 19.50 jadi masih cukup lama. Jam 17 tadi aku masih nungguin bus di depan pintu 1 senayan setelah sejam sebelumnya menyelesaikan meeting awal untuk merancang PJJ untuk meningkatkan APK dari 21 persen menjadi 30 persen pada tahun 2015. Jadwal dan target2 tiap step sudah dibuat. Intinya bakal sibuk setahun ini. Mudah2an kerja ini akan membekas menjadi rekaman pengalaman yang akan berguna nanti. Amin.
Rapat IHT tgl 31 Maret 2011 di PPTK Disdik Jateng.
- Tidak ada masalah.
- Sekolah perlu konfirmasi dg nara sumber
- Perubahan jadwal: 2-3 di sma 1 sltg ; 9-10 di sma 1 ungaran
- Di sma ungaran dibagi 2 yang sudah mahir dan yang belum; mungkin daerah lain juga begitu
- sabtu mulai jam 11
- minggu mulai bjam 09.30

Rapat pjj unnes

Rencana penerimaan mhs baru:
Peta wilayah
Prosedur
Calon mahasiswa
Infrastruktur

366 mhs, 266 pg pjsd, 47 pgsd, 53 paud


-----------------
Hari Wibawanto
Teknik Elektro
Universitas Negeri Semarang

Meeting berikutnya:
15 - 16 April pagi
Rapat di lantai 7 senayan
Rencana sarasehan mengundang:
- 23 lptk hylite pelaksana PJJ PGSD (3 pembicara)
- gdln group (ui, itb, ui, unud, unhas, unri, ugm) 3 pembicara: ut, gdln, itb
- seamolec
- pens
- Pend vokasional berkelanjutan (pvb), pembicara pak Koko
- dual mode (81 pt: pembicara dari UPI)
- pustekkom dan inherent 2 pembicara
- Tim PJJ-Belmawa

Materi:
- Pendahuluan: PP
- Model GDLN (GFH)
- Model Hylite (TP/DM)
- Model PVB (
- Model Poltek: ES
- Model Dual Mode (+ Hylite): HW
- Model UT: INB

Pdpt.dikti.go.I'd

Isi model:
1. penjelasan umum model
- jenjang s1
2. penyelenggaraan model
- persiapan: perijinan, sistem (persyaratan minimum), mahasiswa, kurikulum (bahan ajar), tutor/dosen/fasilitator, program mapping, kolaborasi, panduan operasional, sistem administrasi (beban kerja dosen, remunerasi, dll)
- implementasi: pola komunikasi dosen-mhs, sistem (infrastruktur dll), pengelolaan waktu, akses thd sumber belajar, keterampilan teknis (dosen, mhs), jangkauan (dalam dan ln khusus wni)
- monitoring dan evaluasi: evaluasi hasil belajar, evaluasi penyelenggaraan, penjaminan mutu,
3. Keberlanjutan

Tugas tim:
- mengembangkan panduan
- kaji ulang sk 107
- rekomendasi ke direktur

Target kegiatan 2011
- buku panduan
- saran perbaikan sk 107 2001
- rekomendasi untuk direktur

Beberapa pertimbangan :
- peta prodi: apa yang akan diprioritaskan pjj? Milik sendiri per pt atau milik bersama

Jadual meeting:
15; 28-29;29-30 april
13; 27 mei
17 juni
1; 15; 29 juli

Jadual Sosialisasi di ketiga wilayah:
Paralel minggu pertama dan kedua Agustus

Workshop
- 23 sept meeting tim
-29-30 sept workshop pjj

Pelatihan elearning
- 30-1 sept meeting tim
- 20-22 pelatihan
- perlu tim teknis (3 orang dari seamolec)

Laporan 3-5 november; 17-19; 25-26

Saturday, February 26, 2011

Ke cikarang

250211
Adzan subuh baru saja berhenti, aku harus buru-buru ke bandara. Pesawatku ga231 berangkat jam 06.05. Meski aku sudah city check in sebelumnya tapi tetep khawatir juga kalau telat.
Sampai di bandara ternyata pintu masuk belum dibuka. Padahal aku sudah pingin makan atau setidaknya ngopi di kafe dalam bandara. Bangun tidur tadi aku nggak sempat untuk bikin kopi sekalipun.
Eh, ternyata ada vending machine seperti di bandara SH terminal 3. "Vending machine ini hanya menerima uang pecahan 5000, 10000, 20000" . "Tidak menerima uang pecahan terbaru" begitu tulisan yang tertempel. Yang terbaca sih sebenarnya angka-angka itu. Maka kutengok dompetku. Ada sepuluh ribuan satu, beberapa pecahan 20 ribuan. Cuma sepertinya sepuluh ribuannya edisi terbaru. Aku coba saja. Benar saja, pecahan 10 ribuan dikeluarkan lagi oleh mesin itu. Kucoba salah satu pecahan 20-an. Sukses. Sambil minum aku nunggu kembalian. Tiba-tiba terbaca lagi tulisan lain di dekat lubang tempat mengambil uang kembalian. "Mesin ini tidak bisa memberikan kembalian. Pastikan pakai uang pas. Jadi? Berarti, aku harus beli empat cup? Wah, bakalan kembung. Bingung juga. Di belakangku ada seseorang yang antre juga mau menggunakan mesin ini. Aku mau nawarin untuk mengambil saja, tapi keburu dia nyodorin 5000 rupiah "Pak, saya ambil satu ya" Aku terima uangnya. He he jadi penjual minuman tanpa ambil untung nih. Tapi masih ada dua cup jatahku lagi di mesin, dan sepertinya tidak ada yang berminat lagi. Masak iya aku tawarin, meski gratis sekalipun. Akhirnya aku ambil lagi dua cup milo hangat. Aku letakkan di counter Mandala yang sudah tutup. Jadilah, pagi itu perutku penuh dengan 3 cup coklat panas. Sialnya lagi, di BSH harus nunggu hampir 2 jam baru ada Damri yang ke Cikarang.
Hari Wibawanto by Telkomsel BlackBerry®

Tuesday, February 01, 2011

Tie the yellow ribbon round the old oak tree


Lagu "Tie the yellow ribbon round the Old Oak tree" ini berdasarkan pada kisah nyata yang dimuat pada tahun 1971 surat kabar New York Post tentang seorang pria yang hidup di sebuah kota kecil di White Oak, Georgia, Amerika. Pria ini menikahi seorang wanita yang cantik dan baik, sayangnya dia tidak pernah menghargai istrinya. Dia tidak menjadi seorang suami dan ayah yang baik. Dia sering pulang malam- malam dalam keadaan mabuk, lalu memukuli anak dan isterinya.

Satu malam dia memutuskan untuk mengadu nasib ke kota besar, New York. Dia mencuri uang tabungan isterinya, lalu dia naik bis menuju ke utara, ke kota besar, ke kehidupan yang baru. Bersama-sama beberapa temannya dia memulai bisnis baru. Untuk beberapa saat dia menikmati hidupnya. Sex, gambling, drug. Dia menikmati semuanya.

Bulan berlalu. Tahun berlalu. Bisnisnya gagal, dan ia mulai kekurangan uang. Lalu dia mulai terlibat dalam perbuatan kriminal. Ia menulis cek palsu dan menggunakannya untuk menipu uang orang. Akhirnya pada suatu saat naas, dia tertangkap. Polisi menjebloskannya ke dalam penjara, dan pengadilan menghukum dia tiga tahun penjara.

Menjelang akhir masa penjaranya, dia mulai merindukan rumahnya. Dia merindukan istrinya. Dia rindu keluarganya. Akhirnya dia memutuskan untuk menulis surat kepada istrinya, untuk menceritakan betapa menyesalnya dia. Bahwa dia masih mencintai isteri dan anak-anaknya.

Dia berharap dia masih boleh kembali. Namun dia juga mengerti bahwa mungkin sekarang sudah terlambat, oleh karena itu ia mengakhiri suratnya dengan menulis, “Sayang, engkau tidak perlu menunggu aku.

Namun jika engkau masih ada perasaan padaku, maukah kau nyatakan?

Jika kau masih mau aku kembali padamu, ikatkanlah sehelai pita kuning bagiku, pada satu-satunya pohon beringin yang berada di pusat kota. Apabila aku lewat dan tidak menemukan sehelai pita kuning, tidak apa-apa. Aku akan tahu dan mengerti. Aku tidak akan turun dari bis, dan akan terus menuju Miami. Dan aku berjanji aku tidak akan pernah lagi menganggu engkau dan anak-anak seumur hidupku.”

Akhirnya hari pelepasannya tiba. Dia sangat gelisah. Dia tidak menerima surat balasan dari isterinya. Dia tidak tahu apakah isterinya menerima suratnya atau sekalipun dia membaca suratnya, apakah dia mau mengampuninya? Dia naik bis menuju Miami, Florida, yang melewati kampung halamannya, White Oak. Dia sangat sangat gugup. Seisi bis mendengar ceritanya, dan mereka meminta kepada sopir bus itu, “Tolong, pas lewat White Oak, jalan pelan-pelan…kita mesti lihat apa yang akan terjadi…”

Hatinya berdebar-debar saat bis mendekati pusat kota White Oak. Dia tidak berani mengangkat kepalanya. Keringat dingin mengucur deras.

Akhirnya dia melihat pohon itu. Air mata menetas di matanya…

Dia tidak melihat sehelai pita kuning…

Tidak ada sehelai pita kuning….

Tidak ada sehelai……

Melainkan ada seratus helai pita-pita kuning….bergantungan di pohon beringin itu…Ooh…seluruh pohon itu dipenuhi pita kuning…!!!!!!!!!!!!

Kisah nyata ini menjadi lagu hits nomor satu pada tahun 1973 di Amerika. Sang sopir langsung menelpon surat kabar dan menceritakan kisah ini. Seorang penulis lagu menuliskan kisah ini menjadi lagu, “Tie a Yellow Ribbon Around the Old Oak Tree”, dan ketika album ini di-rilis pada bulan Februari 1973, langsung menjadi hits pada bulan April 1973.

Syairnya:

I’m coming home
I’ve done my time And I have to know what is or isn’t mine
If you received my letter telling you I’d soon be free
Then you’d know just what to do
If you still want me
If you still want me
Oh tie a yellow ribbon
‘Round the old oak tree It’s been three long years
Do you still want me If I don’t see a yellow ribbon ‘Round the old oak tree
I’ll stay on the bus, forget about us
Put the blame on me If I don’t see a yellow ribbon ‘Round the old oak tree
Bus driver please look for me ‘Cause I couldn’t bare to see what I might see
I’m really still in prison And my love she holds the key
A simple yellow ribbon’s all I need to set me free
I wrote and told her please
Oh tie a yellow ribbon ‘Round the old oak tree It’s been three long years
Do you still want me If I don’t see a yellow ribbon ‘Round the old oak tree
I’ll stay on the bus, forget about us
Put the blame on me If I don’t see a yellow ribbon ‘Round the old oak tree
Now the whole damn bus is cheering And I can’t believe
I see A hundred yellow ribbons ‘Round the old, the old oak tree
Tie a ribbon ’round the old oak tree…

Rekaman di Youtube dinyanyikan oleh http://www.youtube.com/watch?v=T8D5WuWtvw4

Monday, December 13, 2010

Ini catatan singkat kegiatan2:
  1. 22-24 Okt : Supervisi dan Monev di Bangkalan
  2. 18-20 Nov : di Hotel Mega Anggrek, simposium best practices
  3. 22-24 Nov : Hotel Inna Simpang, persiapan monev dan uji coba
  4. 26-28 Nov : UPI, Ponty Hotel, uji coba dan monev
  5. 30 Nov dan 1-2 Des : Undiksha, Bali Taman Hotel, monev
  6. 2-3 Des : Amaris Hotel Jakarta (227-228)
  7. 3-5 Des : Unismuh, Monev (Makassar Golden Hotel)
  8. 5-6 Des : UNY, UNY Hotel
  9. 8-10 Des : Savoy Homann Hotel
  10. 25-27 Jan 2011 : Royal Dago, Workshop di Comlabs ITB

Tuesday, September 21, 2010

Setelah menunggu cukup lama dan membayar cukup mahal (2,4 jt) akhirnya artikelku dimuat juga di IJEER. Yang ini juga pasti akan sulit minta insentif. Selalu saja yang berkuasa punya alasan.
Kalau mau ikut lihat, silahkan didownload salinan yang kusimpan di 4shared.com

Friday, August 13, 2010

Rapat JurPTE

Notulen rapat JurPTE 14 Ags 2010

Yang menarik: 213 mahasiswa PTIK direkrut sebagai mahasiswa baru. Kalau boleh pilih mendingan sedikit mahasiswa jadi bisa dididik dengan lebih baik. Lagi pula, makin banyak mahasiswa justru hanya menjadi beban saja, uangnya sih mengalir ke Fak atau Univ.
Mulai semester ini berlaku aturan baru, beban mengajar dosen tim dibagi berdasarkan jumlah sks mata kuliah. Jadi kalau makul 2 sks kalau diampu 2 dosen, artinya masing-masing dosen hanya memiliki beban tugas 1 sks. Logis sebenarnya, tetapi sayangnya berlaku mendadak, jadi korbannya beberapa dosen mengajar kurang dari 12 sks.
Sementara itu, aku masih mikir rencana PJJ Teleconference Unnes. Senin nanti (16/8) baru ada rapat untuk workshop calon dosen pengampu.
Hal yang masih perlu dipikirkan tentang PJJ TC:
1. Siapkah BAC/Non BAC semua makul semester 1?
2. Bisakah workshop menyelesaiakan pengunggahan file kuliah?
3. Bisakah mahasiswa PJJ TC mengikuti kuliah dengan baik, terkait perlunya penguasaan dan akses ICT?

Sunday, July 25, 2010

Menghadiri undangan DIPBPJJ Bermutu tahap 2, 14-15 Juli 2010 di Menara Peninsula. Pada tanggal yang sama aku harusnya mengisi kegiatan PLPG. Tapi untunglah bisa diganti orang lain.
Tanggal 22-24 menyiapkan monev bersama teman-teman PJJ di Garuda Plaza Medan. Rencana monev ke UPI, UNM dan Unismuh

Tuesday, July 06, 2010




Ini yang namanya beruntung. Tanggal 1-2 Juli aku rencanakan untuk mengikuti ICSIIT 2010 yang diadakan di Hotel Hard Rock Bali. Jauh-jauh hari aku sudah siapkan, beli tiket untuk ke Bali (30 Juni, malam) via JOG, dapat, meskipun sudah di harga 600-an. Pulangnya DPS-SUB-SRG dapat harga 900-an. Aku sebut beruntung karena sebelum sempat membeli vucer hotel, tiba-tiba PPPTK Bahasa meminta aku menjadi narasumber bagi pengembang BERMUTU tanggal 1-2 Juli. Jadilah, aku ke DPS via JOG malam jam 20.10 dengan Mandala (mundur dari skedul sebelumnya jam 18.55). Paginya sempat ikut pertemuan menyusun grand design pengembangan pendidikan Dispendik Jateng di Wisma Bina Dharma Salatiga sampai jam 13 lalu meluncur ke JOG via Boyolali-Klaten-JOG.
Aku menginap di Sanur Paradise Hotel (kata driver taxi, dulu namanya Hotel Radisson Bali) meskipun acara ICSIIT 2010 berlangsung di Hard Rock Hotel Kuta bali, ya karena penginapan disediakan oleh PPPPTK untuk BERMUTU itu.


Tangga naik/turun menuju venue gala dinner di pinggir kolam

Tuesday, April 06, 2010

DAFTAR HOTEL DI BATAM (Lagi, mungkin banyak yang sama dengan daftar sebelumnya) 

Batam View Beach Resort ****
Jln. Hang Lekir, Nongsa – Batam
0778-761740/41 Fax. 0778- 761747

Goodway Hotel ****
Jln. Imam Bonjol No 1 – Nagoya
0778-426888 Fax. 0778-458057

Grand Majesty Hotel ****
Jaya Putra Complek, Sei Jodoh – Batam
0778-424444 Fax. 0778-433788

Harmoni ****
Jln. Imam Bonjol Blok B No 1 - Nagoya – Batam
Telp.0778-459308 Fax. 0778-459306

Harmoni Apartement ****
Jln. Imam Bonjol, Nagoya – Batam
Telp.0778-455550 Fax. 0778-455551

Holiday Inn Resort ****
Water Front City
Telp. 0778-381333 Fax. 0778-381332

I Hotel & Residence ****
Jln. Teuku Umar, Bukit Nagoya – Batam
Telp.0778-431111 Fax. 0778-431111

Nongsa Point Marina ****
Hang Lekir Street, Nongsa – Batam
Telp.0778-761333 Fax. 0778-761474

Novotel ****
Jln. Duyung, Sei Jodoh – Batam
Telp.0778-425555 Fax.0778-427502

Ocean / Pacific Palace ****
Jln. Duyung, Sei Jodoh – Batam
Telp.0778-458599

Panorama Regency ****
Panorama Komp. Nagoya
Telp.0778-452888 Fax. 0778-452555

Planet Holiday ****
Jln. Raja Ali Haji, Sei Jodoh – Batam 
Telp.0778-433555 Fax. 0778-433777

Pura Jaya Beach Hotel ****
Jln. Hang Lekir, Nongsa – Batam
Telp.0778-761345 Fax.0778-761438

Turi Beach Resort ****
Jln. Teluk Mata Ikan, Nongsa – Batam
Telp.0778-761080 Fax.0778-761042/3 

Akasia Sutami ***
Jln. Sutami No.08, Sekupang – Batam
Telp.0778-322482 Fax.0778-322221

Harbour Bay Amir Hotel ***
Jln. Duyung Street, Batu Ampar – Batam
Telp.0778-452335 Fax. 0778-454149

Harris Resort ***
Marina Water Front City, sekupang – Batam
Telp.0778-381888 Fax. 0778-381142

Hotel 89 ***
Penuin Centre Complek, Jln. Pembangunan, Baloi – Batam
Telp.0778-433789 Fax. 0778-456070

Island garden ***
Villa Idaman Complek, Baloi – Batam
Telp.0778-457500 Fax. 0778-457300

Island View ***
Jln. Prambanan No.1 – Batam
Telp.0778-430500 Fax. 0778-431500

Nagoya Plaza ***
Jln. Imam Bonjol, Nagoya – Batam
Telp.0778-459888 Fax. 0778-456690

Puri Garden ***
Teuku Umar No.1 Nagoya – Batam
Telp.0778-458888 Fax. 0778-456333

Seruni International Hotel ***
Nagoya Garden Phase II. Nagoya – Batam
Telp.0778-458333 Fax. 0778-426750

Utama Hotel ***
Paradise Complek Blok F1, Batam
Telp.0778-426222 Fax. 0778-433488

Vista Hotel ***
Top View Garden Complek – Batam
Telp.0778-431888 Fax. 0778-431877

Formosa **
City Plaza Complek Blok A No. 8 – Batam
Telp.0778-426789 Fax. 0778-426722

Golden Luck Resort **
Jln. Ir. Sutami 8, Batam
Telp.0778-323619 433788

Golden View Hotel ****
Bengkong Laut, Batam 
Telp.0778-7717777 Fax. 0778-7717000

Golden Virgo Hotel **
Jln. Teuku Umar, Seraya Complek – Batam 
Telp.0778-432095 Fax. 0778-423100

Grand Park Hotel **
Jln. Raja Ali Haji, Batam 
Telp.0778-428388 Fax. 0778-426742

KTM Indonesia **
Jln. Kol. Sugiono, Tg. Pinggir, Sekupang – Batam 
Telp.0778-321201 Fax. 0778-322883

Libra Hotel **
Jln. Raden Patah, Nagoya – Batam 
Telp.0778-453800 Fax. 0778-431696

Mercure Hotel **
Jln. Raden Patah No.12, Nagoya – Batam 
Telp.0778-452777 Fax. 0778-455063

Merlion Hotel (Singa Hotel) **
Jln. Sriwijaya No. 18, Pelita – Batam
Telp.0778-451919 Fax. 0778-457471

01 Hotel *
Engku Putri street, Batam Centre, Batam
Telp.0778-464673 Fax. 0778-463611

Andi Hotel *
Jln. Bengkong– Batam
Telp.0778-333754 Fax. 0778-333765

Grand Mutiara Hotel *
Jln. Raden Patah Blok 3 Baloi – Batam
Telp.0778-424988 Fax. 0778-452722

Grand Nagoya Hotel *
Sri Jaya Abadi Complek Blok B 9 - 12, Batam 
Telp.0778-452771

Holiday Hotel *
Jln. Imam Bonjol B/1, Nagoya – Batam 
Telp.0778-458616 Fax. 0778-457531

Horisona Hotel *
Jln. Sutan Abd. Rahman Blok E No. 1-7, Nagoya – Batam
Telp.0778-457111 Fax. 0778-457123

Indah Hotel *
Jln. Teratai Blok V, Baloi – Batam 
Telp.0778-6002299 Fax. 0778-6002288

Kolekta Hotel *
Jln. Raden Patah No. 12 – Batam 
Telp.0778-451333 Fax. 0778-421404

Makmur Raya Hotel *
Paradise Complek Blok K 5 - 9, Batam 
Telp.0778-425570 Fax. 0778-425661

Ozon Hotel *
Penuin Centre Complek Blok H No. 1 – Batam 
Telp.0778-428888 Fax. 0778-428785

Pelangi Hotel *
Tanjung Pantun Complek Blok J5 Sei Jodoh – Batam 
Telp.0778-451555 Fax. 0778-455122

Pelita Hotel *
Jln. Sriwijaya No. 23 – Batam 
Telp.0778-450620 Fax. 0778-425988

Penuin Hotel *
Penuin Centre Complek Blok L, Batam 
Telp.0778-422613 Fax. 0778-427557

Prima Asia Hotel *
Nagoya, Batam 
Telp.0778-429608 Fax. 0778-429609

Sentosa Hotel *
Raja Ali Haji Jodoh – Batam 
Telp.0778-452345 Fax. 0778-452330

Sidney Hotel *
Ruko sei panas, Batam 
Telp.0778-473102 Fax. 0778-473107

Trinity Hotel *
Green Garden Complek Blok E-14, Batam
Telp.0778-455991 Fax. 0778-459087

Windsor Square Hotel *
Windsor square Complek Blok A-12, Windsor – Batam
Telp.0778-455293 Fax. 0778-429666

Sumber Data : PHRI Batam

Daftar Hotel di Batam (kalau-kalau diperlukan)

  1. Island Garden Hotel. Jl. Pembangunan Komp. Villa Idaman – Kel. Batu Selicin Baloi Center- L Raja
  2. Appartemen Harmoni. Jl. Imam Bonjol Blok. J No. 01 Kel, Lubuk Baja Kota-L Raja
  3. Grand Mutiara Hotel. Jl. Raden Patah Blok. III No. 12 Kel. Batu Selicin L Baja
  4. Island View Hotel & Appartemen. Jl. Prambanan No. 1 Sei – Jodoh Batu Ampar Batam
  5. Sari Jaya Hotel. Komp. Bumi Indah No. 12 Kel. Lubuk Baja Kota L Baja
  6. Horisona Hotel. Komp. Lumbung Rezeki Blok. E No. 1-7 Kel. Lubuk Baja Kota L Baja
  7. Hotel Ozon. Komp. Penuin Center Blok. H No. 1 Batam
  8. Harris Resort. Marina Front Latter City Batam Sekupang
  9. Sentosa Hotel. Komp. Batam Sentosa Jl. Raja Ali Haji- Batam B. Ampar
  10. Hotel Pelangi. Jl. Raja Ali Haji Komp. Tanjung Pantun Blok. JJ Jodoh Batam
  11. Holiday Hotel. Jl. Imam Bonjol Blok B No. 01 Nagoya Batam L. BAJA
  12. Shoutlinks Country Club Appaitment . Soutlinks Country Club Jl Gajah Mada Km. 9 Sei Ladi Kel. Tiban Lama Sekupang
  13. Utama Hotel. Komp. Nagoya Paradice Center Samping PCB 91 Square Kel. Lubuk Baja Kota- L BAJA
  14. Kolekta Hotel. Kmp. Radn Patah Baloi Blok III – Batam L. BAJA
  15. Pelita Hotel. Jl. Sriwijaya No. 23 Pelita L. BAJA Batam
  16. Panorama Regency Hotel & Apartement. Komp. Tg. Pantun Sei-Jodoh B. Ampar Batam
  17. Golden Virgo Hotel. Jl. Teuku Umar No. 1 Kamp. Seraya Kel. Kamp Seraya – Batam
  18. Harmoni Hotel. Jl. Imam Bonjol Blok B No. 1 Sei Jodoh – Batam
  19. Ramayana Hotel. Jl. Pembangunan II Komp. Batam Blok. F No. 1 – Batam
  20. Nagoya Plaza Hotel. Jl. Imam Bonjol Kel L Baja Batam
  21. Batam Golden View. Jl. Hang Lekir Nongsa Batam
  22. Hotel Golden View. Jl. Bengkong Laut Golden Prawn – Batam
  23. Formosa Hotel. Komp. City Plaza Lubuk Baja Nagoya – Batam
  24. Indah Hotel Jl. Teratai Baloi Blok V No. 01 Kel Lubuk Baja Kota
  25. Raflesia Hotel. Jl. Teuku Umar Bukit Nagoya Kel. Lubuk Baja Kota
  26. Hotel 89. Jl. Pembangunan Baloi Blok IV. Kel Batu Selicin
  27. Hotel Goodway. Jl. Imam Bonjol No. 1 Nagoya Batam
  28. Turi Beach Resort. Jl. Hang Lekir Nongsa Batam
  29. Hotel Puri Garden. Jl. Teuku Umar Nagoya Batam B. Ampar
  30. Hotel Vista. Komp. Top View Garden Blok B 1 No. 1 L. BAJA
  31. Hotel Planet Holiday. Jl. Raja AI Haji Jodoh – Batam B. Ampar
  32. Penuin Hotel. Komp Penuin Centre Lt. II & III Kel. Batu Selicin L. Baja
  33. Nongsa Poin Marina. Jl. Hang Lekir Nongsa Batam Nongsa
  34. Grand Majesty Hotel. Komp. Jaya Pura P.O. BOX 565 BTMJ Jodoh Kel. Sei Jodoh B.Ampar
  35. Novotel- Batam. Duyung Sei Batam

Hotel Pangrango 1, 12 - 14 Maret 2010, menyiapkan panduan DIP-BPJJ. Sejak datang sudah mulai terasa sakit. Waktu berangkat ada berita harus segera memperbaiki draf disertasi. Jadi, Senin 15 Maret meskipun sakit terpaksa ke Yogya juga. 

Selasa, 23 Maret di Hotel Sahid Surabaya. Memenuhi undangan P4TK Bahasa untuk Pelatihan Tingkat Nasional Tim Pengembang BERMUTU.

Hotel Mirah, 24 - 26 Maret 2010, meneruskan rapat sebelumnya. Balik langsung mampir ke BPTIKP Ngaliyan untuk rapat mengenai Pelatihan ICT Guru SD/SMP/SMA/SMK sebagai Master Teacher. Agenda pertemuan berikutnya (5 - 9 April 2010) disepakati namun faktanya diundur entah sampai kapan. Infonya, AA belum sepakat! 

Tanggal 6 April, fax dari P4TK Bahasa datang untuk kegiatan serupa Surabaya 23 Maret itu. Kali ini di Hotel Golden Virgo Batam. 


Sunday, February 28, 2010

'Tumbak Cucukan' (atawa Cerita tentang S, S, dan S)

Bagi yang tidak tahu makna ungkapan 'tumbak cucukan', baiklah aku jelaskan. 'Tumbak cucukan' adalah istilah bagi orang yang suka mengadukan kepada orang lain mengenai apa yang ia dengar. Gampangnya, ia pengadu. Berhati-hatilah dengan orang tipe ini kalau pada suatu ketika ia ada dalam satu perbincangan dengan anda, dan anda secara sengaja atau tidak menyebut nama-nama tertentu, mengkritik, atau menjelek-jelekkan nama-nama tersebut. Misalnya anda bilang: "si A itu nggak bener kebijakannya. Harusnya begini, bukan begitu! Apa boleh buat, daya pikirnya si A memang sebatas itu". Nah bila si tumbak cucukan ada di sekitar anda, bolehlah bersiap si A akan mendatangi lalu menempeleng anda, atas pengaduan si tumbak cucukan itu. Memang sih, itu hanya terjadi kalau si A memang sebangsa carnivora yang mau menelan apa saja termasuk omongan si tumbak cucukan. Mengapa si tumbak cucukan mengadu? Ada motif poleksosbud (mungkin juga hankamhuk) tentu saja. Dengan mengadu kepada si A, apalagi kalau A adalah seorang boss, maka sudah barang tentu boss akan 'berhutang budi' kepadanya, dan mungkin akan memberinya stempel orang yang setia kawan, eh setia sebagai bawahan. Cukup?
Oke, ini cerita tentang teman baikku si S, dan atasannya yang kebetulan juga kusebut saja sebagai S, dan si tumbak cucukan yang kok ya kebetulan si S juga.
Si S yang temanku, yang memang orangnya cablaka, blak-blakan, suka terus terang, dalam sebuah forum warung kopian (ini forum informal, gaya pak becak di warung kopi) entah disengaja entah tidak menyebut S yang pejabat sebagai 'preman' (ini juga konon, karena si S yang temanku juga nggak ingat). Nah besoknya, si S yang pejabat menelpon si S yang temanku agar menghadap. Tentu tanpa curiga, S temanku datang menghadap. Apa yang dibilang S pejabat? Begini: "Mas S, kok anda tega mengatakan saya ini preman? saya tersinggung nih". S temanku bengong, dan dengan tabah menjawab:" Lho ini masalahnya apa Pak?" Kapan saya ngomong? Dan siapa saksinya?" ."Pokoknya saya tersinggung, dan saya akan mengadu pada polisi". "Silahkan Pak, saya hanya ingin tahu, siapa saksinya?" Lalu S yang pejabat menyebut nama S yang pengadu. S yang temanku menjawab:" Oh, S yang gila itu?. Bisa kami dikonfrontir Pak?" tanya S temankui. "Silahkan, besok S saya panggil" kata S pejabat.
Keesokan paginya bertiga mengadakan pertemuan. S temanku didampingi atasan langsungnya (kali ini namanya bukan S) dan S tumbak cucukan juga didampingi oleh atasan langsungnya (juga bukan S namanya). S yang temanku kali ini justru menunjukkan kepremanannya dengan menyimpan celurit dalam ranselnya. Katanya, untuk menghabisi si tumbak cucukan itu. Nah dalam forum itu si tumbak cucukan kembali mengadu bahwa dirinya diancam S karena telah mengadukan konten obrolan warung kopi itu. Alhasil, S yang pejabat malah berlinangan air mata. Mungkin membayangkan terjadinya peristiwa pembunuhan dalam ruang kerjanya yang berkarpet dan dingin ber-AC itu.
Purna cerita, selesai begitu saja. Nggak ada pengaduan ke polisi, nggak ada banjir darah di karpet empuk di ruangan dingin. Yang ada cuma cerita. Dan aku? Sayangnya baru mendengar cerita ini langsung dari S yang temanku setelah peristiwanya berlangsung satu tahun.

Moral cerita:
1. Kalau jadi pejabat, jangan suka tipis kuping. Pejabat itu sudah umum jadi sasaran omongan, baik enak maupun tidak. Jangan berharap bisa memuaskan semua orang. Kalau sedikit-sedikit lapor ke polisi dan si terlapor dihukum, lama-lama habislah bawahannya, tinggal si tumbak cucukan. Mau jadi atasannya satu orang saja, dan punya satu-satunya bawahan ya si tumbak cucukan itu?
2. Kalau ingin menyenangkan atau menjadi antek seseorang, tidak usahlah menjadi tumbak cucukan. Lebih baik menyemirkan sepatu atasan, membukakan pintu mobilnya, atau menyalakan korek kalau beliauya mau merokok. Menjadi tumbak cucukan beresiko dimusuhi orang.
3. Kalau ingin ngomongin atau ngejelekin atasan, jangan di depan si tumbak cucukan. Pakai milis, facebook atau twitter. Biar lebih keren dan cepat terkenal.

Catatan:
Aku bingung, kenapa istuilahnya 'tumbak cucukan'? Ini menyalahi gramatika pembentukan istilah. Mestinya 'cucukan tumbak' atau 'ujungnya tombak', bagian yang berupa pisau tajam dan runcing. Konon mulut orang yang suka ngadu itu menjadi runcing, seruncing ujung tombak. Karena itu, orang yang suka mengadu disebut juga 'lancip lambene' (runcing bibirnya!).
Kalau pinokio sih, makin panjang hidungnya setiap kali bohong. Si tumbak cucukan makin runcing bibirnya kalau makin sering ngadu. He he he, mungkin saja ya?

Catatan lagi:
Cerita ini aku tulis untuk anda. Kebetulan tiga S beserta atasan-atasannya yang terlibat dalam cerita ini, bukanlah teman fesbuk saya. Maka akan aneh kalau mereka tahu konten fesbuk ini. Kalau itu terjadi, berarti ada dua kemungkinan: (1) si Tifatul secara diam-diam telah menyadap isi fesbuk ini dan melaporkannya ke S yang pejabat, (2) Ada juga tumbak cucukan yang seneng fesbukan (dalam rangka mencari bahan untuk dilaporkan!)

Thursday, January 21, 2010

Akhirnya nyerah juga aku. Melihat Ido yang selalu antusias mendekati stand Indovision, apalagi dia sering bilang pingin nonton pembukaan olimpiade (?) di Vancouver, akhirnya aku putusin pasang YesTV. Pilihannya juga pilihan paket paling murah, karena di paket itu ada ESPN. Untuk paket yang kira-kira setara, Indovision hanya nyediaain paket News, bukan Sport.
Sialnya pula, TV lama rusak, jadi terpaksa beli lagi TV LCD. Kali ini pilih Sharp, sekalian mau bandingin kualitasnya dengan LG yang dibeli bulan lalu.
Mudah-mudahan Ido bahagia dengan tambahan fasilitas ini, setelah Speedy yang ia tampak sangat menikmati itu ...

Thursday, January 14, 2010

Melwati Tahun Baru dan Ulang Tahun, aku berupaya menyelesaikan draf naskah disertasi untuk dikoreksi pembimbing sebelum maju ke panitia penguji. Biarlah mengalir seperti seharusnya, ditingkah berbagai persoalan yang memang lazim dialami siapapun yang berani hidup.
Seperti yang pernah dikatakan bu PP ketika pertemuan Tim PJJ PGSD terakhir di taun 2009 kemarin, SSE (ini sebuah sekolah tinggi pendidikan yang didanai salah satu konglomerat Indonesia melalui foundation-nya) akan mengundang aku dan SHD untuk ikut melihat presentasi dari BrainHoney, vendor LMS yang dilirik SSE untuk menjadi platform elearningnya. Pra-undangannya datang kemarin.

Yth. Pak Hari dan Pak S***,
SSE berencana untuk mengundang Bapak-bapak untuk training LMS Brain Honey, kemudian beserta beberapa teman dalam tim untuk membantu membuat comparison terhadap brain honey, moodle, dll. untuk rekomendasi ke SSE. Mungkin sekitar tanggal 24-25 February, 2010. Mohon maaf di SSE sistem admin ketat sekali, harus pakai kontrak - namanya service agreement. Untuk itu, saya minta tolong dikirimkan copy KTP dan bank account #, dan NPWP. Copy KTP dapat di scan aja, dan dikirim via email, beserta data bank account dan NPWP. Uangnya mungkin tidak seberapa, tapi mohon bantuan kesediaan Bapak-bapak ya. Mudah-mudahan bisa. Saya tunggu jawabannya. Terima kasih.

Masih lama sih, tapi jadi gamang juga. Soalnya, mulai tahun 2009 kemarin aku tidak lagi pegang mata kuliah Pembelajaran Berbasis Internet jadi setahun ini eksplorasi atas berbagai platform elearning kurang begitu optimal. Untuk ada waktu cukup panjang untuk merefreshing diri dengan browsing berbagai hal tentang elearning platform.

Thursday, December 31, 2009

Daun musim gugur

Ini lagu sedih. Sungguh. Untuk menghayatinya engkau harus merasakan suasana kehilangan. Kehilangan orang yang engkau cintai. Bayangkanlah dia memandangmu untuk terakhir kalinya, lalu pergi begitu saja. Dan, ketika musim gugur tiba, dedaunan yang jatuh menimpa kaca jendela adalah dukamu....; betapa hari menjadi amat panjang semenjak dia meninggalkanmu, yang tersisa hanya lembut elusan tangannya dan hangat sentuhan bibirnya .....

Ternyata ada beberapa versi Autumn Leaves ini. Dua yang paling aku suka adalah versi Nat King Cole dan versi Nana Mouskouri. Aku catatkan liriknya, dan aku beri link kalau engkau pingin mengunduhnya.

Aku tulis ini dalam catatan, bukan karena Gus Dur atau Frans Seda berpulang. Dua-duanya orang besar, tapi nggak ada hubungannya dengan lagu ini.

Autumn Leaves (Nat King Cole version)

The falling leaves drift by the window
The autumn leaves of red and gold
I see your lips, the summer kisses
The sun-burned hands I used to hold

Since you went away the days grow long
And soon I'll hear old winter's song
But I miss you most of all my darling
When autumn leaves start to fall

Autumn Leaves (Nana Mouskouri version)

Autumn leaves fall and are swept out of sight
The words that you said have gone too
Autumn leaves fall and are swept out of sight
So are the memories of love that we knew
The wind of forgetfulness blows then
Into the night of regret,
The song you would often sing
Is echoing, echoing yet

The falling leaves drift by the window
The autumn leaves of red and gold
I see your lips, the summer kisses
The sun-burned hands I used to hold
Since you went away, the days grow long
And soon, I'll hear old winter's song
But I'll miss you most of all, my darling,
When autumn leaves start to fall
When autumn leaves start to fall

..........(dari catatan facebook)

Autumn Leaves by Nat King Cole  
Download now or listen on posterous
Nate King Cole - Autumn Leaves.mp3 (3166 KB)

Autumn Leaves by Nana Mouskouri  
Download now or listen on posterous
Nana Mouskouri-Autumn Leaves.mp3 (4792 KB)

Posted via email from catatan's posterous

Saturday, December 19, 2009

DCT I dan DCT II DitProfDik

9-13 des 09 ada undangan ke Aston Marina Hotel & Apartment untuk
acara palatihan DCT I yg diadakan oleh DitProfDik. Melihat susunan
acara yg tidak mencantumkan aku sbg presenter atau narasumber
sebenarnya membuat aku ragu. Untuk apa diundang kalau tak jelas
perannya. Mungkin hanya sebatas sbg fasilitator saja. Telpon dari Ibr
cukup bisa meyakinkan aku bahwa memang diperlukan bantuan beberapa
teman yang secara unofficial adalah NCT. Selain aku memang ada
beberapa teman lain yg diundang: EK, Dj dan beberapa lagi, baik
sebagai narasumber maupun fasikitator. Bahkan W juga diundang meski
jelas tdk bisa hadir karena masih kurang sehat dan ada pekerjaan di
kantornya. Menurut Ibr ia merencanakan ada simulasi untuk tiap topik.
Untuk bisa penuh mengikuti acara ini, aku terpaksa membatalkan
undangan dari Dit PSMA untuk mem-validasi Draf Uji Kompetensi TIK-SMA
di hotel Saphir Yogyakarta.
Sengaja aku berangkat pagi dari Semarang karena berencana mampir ke
Senayan untuk presensi rutin terkait tugas sebagai konsultan jangka
pendek. Di Senayan hanya sampai jam 14.00, ke Aston nebeng mobilnya
JS.
Rencana Ibr tidak berjalan baik karena susahnya koordinasi dengan US
dan DS. Sesi yang benar-benar memerlukan bantuan hanya sesi LS-nya
Ibr. Di sesi US dan DS aku hanya memoderatori sambil menyimak
presentasi yang katanya waktu PCT kemarin (di Millenium, 6-9 Des 09, W
datang sebagai PCT dari Jabar) bermasalah. Memang sih, presentasi
mereka kurang memuaskan. Tapi bagaimana lagi? Kesalahan mungkin
terletak pada kendali kualitas modul yang dibuat.
Ibr sendiri pulang hari Jumat malam, sehingga Sabtu aku harus
konsentrasi ikut menjaga jadwal presentasi. Minggu pagi aku baru
pulang untuk datang kembali Senin siang. Acaranya sama, hanya saja
kali ini untuk DCT wilayah yang belum ter-cover kegiatan sebekumnya.

13-17 Des 2009, di Aston Marina Hotel & Apartment, acaranya Pelatihan
DCT II. Aku sendir baru datang Senin sore. Ada rasa nggak enak
sebenarnya, karena pengalaman sebelumnya menunjukkan bahwa
kedatanganku tidak begitu penting. Tapi, ada undangan dan tiket sudah
dibeli. W tidak datang karena masih sakit dan kantornya sangat sibuk.
Belakangan juga baru kutahu DjE dan EK jug nggak bisa datang karena
tugas-tugas di kantornya. jadilah aku satu-satunya fasilitator yang
bukan nara sumber. Nggak enak, tapi ya sudahlah. Sekali-kali merasakan
tidak nyaman karena datang dengan fungsi tidak jelas dan rasanya
seperti makan 'HR buta' saja. Ditengah acara datang dua undangn: 19-21
Des 2009 di Acacia untuk menyelesaikan laporan PJJ S1 PGSD, dan 21-23
Des 2009 di Aston Marina untuk koordinasi Program BERMUTU.
Saat nulis ini aku sedang di bandara Ahmad Yani. Lion JT505 yang
seharusnya takeoff jam 11.15 belum menampakkan hidungnya. Di board
pengumuman estimasi keberangkatannya adalan jam 12.10, artinya masih
25 menit lagi. Sumpah, berusaha nggak naik Lion lagi kalau nggak
terpaksa .....

Posted via email from catatan's posterous

Sunday, December 13, 2009

Diskon

Pagi ini, menuruti pesanan yg di rumah, aku mampir di antrean para
pembeli donat, di dekat pintu ke luar T3 BSH. Jam boarding masih lama,
dan aku sdh check-in, jadi tidak apa-apa ikut antre yang panjangnya
spt gerbong kereta ekonomi itu. Lumayan lama shg aku bisa menghitung
antrean di depanku, ada 15 ibu (termasuk nona-nona muda dan dua bapak
(that's me and one 'bule'). Semua (ya, semua!) ibu membeli lebih dari
satu lusin donat. Bule di depanku, ketika sampai pada antreannya, cuma
bertanya: "Can I have coffee ?". Pelayan menjawab singkat: "Go right
there, Sir. To the coffee bar." Menydari salah antrean, dengan tenang
dia ke luar antrean menuju coffe bar yang sepi antreannya. Pelajaran
pertam, jangan menggerutu kalau kesalahan pada kita. Antrean sampai
pada giliranku. Sesuai pesanan, aku beli satu lusin. 59 ribu. Mahal?
Ya iyalah, itu senilai upah tukang batu rumahan di Semarang. Tetapi,
bukan itu inti ceritanya. Penjualnya merayu:"Nggak sekalian dua lusin,
Pak? Kami beri harga istimewa untuk lusin kedua dan kelipatannya, lho
Pak?" Aku tersenyum maniez (kali aja). "Nggak, terima kasih". (sambil
berkonklusi: jadi ibu-ibu di depanku tadi memanfaatkan "diskon" untuk
memperoleh donut lusin kedua dengan harga "hanya" 40 ribu. Maka aku
jadi tertarik dengan ibu-ibu di belakangku. Benar juga, setelah dirayu
dan bertanya : "sudah termasuk pajak?", serta dijawab "ya", si ibu
memutuskan membeli lusin kedua, meskipun terlihat bingung memilih
varian donat yg akan dibeli. Hipotesis yang kuajukan: ibu-ibu lebih
mudah terpengaruh bujukan, termasuk bujukan 'diskon', 'menghemat', dsb
meskipun mungkin dengan mengalahkan pertimbangan rasionalnya. (Aku
tahu, ini simpulan gegabah karena aku kenal ibu-ibu yg malah lebih
rasional daripada aku). Dalam konteks membeli donat tadi bukan alasan
rasional yg menyebabkan aku membeli satu lusin, melainkan: (1) istriku
pesan cuma satu lusin dengan pilihan varian yang disukai Ido, (2)
kalau beli terlalu banyak, khawatirnya Ido jadi hiperaktif. Jadi
bujukan tadi gagal karena dua alasan itu. Sayang juga sih, diskon
19-ribu dilewatkan. He ..he..he

Posted via email from catatan's posterous

Wednesday, December 09, 2009

Random Hearts

Aku baru saja selesai mengunduh film arahan Sidney Pollack buatan
tahun 1999 ini. Film ini pernah beberapa kali diputar di TV dan
karenanya aku pingin mendapatkan kembali CD atau DVD-nya untuk
menonton ulang. Setelah pusing mencari-cari, mulai dari tempat
penyewaan sampai lapak-lapak penjual CD ilegal dan tidak ketemu juga,
maka mulailah pencarian dengan bantuan Paman Google ditambah
mengubak-ubak situs-situs file sharing. Ketemulah akhirnya setelah
upaya penuh perjuangan seharian ditambah mengunduh semalaman.

Ceritanya tidak terlalu istimewa dan bisa digolongkan genre
drama-romantik. Selain kuat pengkarakteran tokohnya, film-film arahan
Pollack memang indah garapannya. Sepanjang tayangan film, gambar yang
terambil tampak begitu indah meskipun adegannya sederhana. Bagiku,
baju-baju yang dikenakan artisnya juga tampak sangat elegan. That’s
all for puja-puji mengenai asesorinya.

Saat ini aku ingin bercerita tentang isi cerita Random Hearts.
Kata-kata yang sederhana namun kuat dan bisa mewakili cerita ini
adalah yang diucapkan oleh van de Broecks (kalau tak salah tulis) pada
setengah penggal akhir cerita, ketika ia yakin bahwa isterinya telah
berselingkuh dan menyembunyikannya dengan rapi sampai kecelakaan
pesawat terbang merenggut nyawa isteri dan kekasihnya. Setengah
bergumam ia berkata, pada dirinya sendiri, : “We make loved that
morning”. Ya, pagi itu ia dan isterinya memang bercinta, dan
digambarkan dengan sangat baik. Pagi, diantara ketergesaan isterinya
menerima berbagai telepon dan ia sendiri yang bertugas menjadi sersan
polisi, adegan percintaan itu tergambar dengan sangat baik meskipun
sederhana layaknya gambaran percintaan suami-isteri. Sederhana,
maksudnya tidak ada perilaku menggebu-gebu seperti pasangan yang masih
penuh bara berahi. Cerita selanjutnya lebih menonjolkan liku-liku
cerita van de Broecks mengungkap affair istrinya dan kemudian
terjebak oleh pesona Kay Chandler, istri dari kekasih gelap istrinya.
Bingung? Jangan!

Kay Chandler adalah wanita cantik calon senator partai republik yang
sibuk. Suaminya seorang pengusaha(?). Kehidupan mereka tampak cukup
harmonis. Tidak ada sedikitpun tanda-tanda ketidakcocokan, tidak
tergambar adanya pertengkaran. Rumah tangga yang biasa saja, tidak
tampak adanya riak-riak yang bisa menjadi benih bagi
ketidakharmonisan. Yang tergambar adalah orang-orang yang sibuk. Maka
Kay Chandler menganggap biasa saja ketika suaminya pamit ke New York
untuk urusan pekerjaan.

Sementara itu, di antara kesibukan sebagai polisi, Van de Broeck
digambarkan sebagai polisi yang sibuk di jalanan. Penggambarannya
sederhana tetapi mengena. Secukupnya, sehingga tidak merusak alur
cerita. Diantara kesibukannya, ketika mampir ke minimarket untuk
membeli beberapa kebutuhan harian, ia juga tidak mencermati berita
kecelakaan pesawat yang nantinya justru akan menjadi pokok cerita.
Seperti biasa, sesampai di rumah ia memutar rekaman-rekaman pesan di
teleponnya. Diantara pesan-pesan itu ada juga pesan istrinya yang
mengatakan sedang di bandara untuk pergi ke Miami. Biasa saja, seperti
pesan hari-hari sebelumnya. Mendengar kata istrinya menuju Miami, dan
secara samar-samar berita tentang kecelakaan pesawat yerbang yang
sedang menuju Miami, tiba-tiba ia tersadar. Mungkinkah istrinya ikut
dalam pesawat itu? Ia telepon maskapai penerbangan yang celaka itu dan
diyakinkan bahwa tidak ada nama istrinya dalam daftar manifes
penumpang. Van de Broeck marah, tetapi petugas maskapai penerbangan
keukeuh menyatakan bahwa tidak ada nama istrinya dalam daftar manifes
pesawat. Kepada petugas yang kemudian mendatanginya, ia
memperdengarkan rekaman pesan istrinya. Van de Broeck bicara pelan
tapi tegas:” Kau dengarkan? Istriku tidak pernah bohong!” Mendengar
keyakinan de Broeck, petuga yang ingin menyanggah menjadi tidak enak
hati untuk mengatakan, bahwa mungkin saja istrinya berbohong. Dengan
hormat dan sambil meminta maaf petugas tersebut tetap pada
pendiriannya dengan mengatakan bahwa tidak ada nama Mrs. Van de Broeck
dalam manifes pesawat, tetapi juga berjanji akan memberi kabar bila
ada perkembangan lain.

Sementara itu, hasil identifikasi jenasah mendapatkan bahwa salah
seorang korban tewas adalah suami Kay Chandler. Tentu Kay Chandler
menyangka petugas telah salah mengidentifikasi. Suaminya terbang ke
New York, bukan ke Miami. Tetapi petugas kukuh menyatakan bahwa hasil
identifikasi benar. Suami Kay Chandler positif ikut tewas dalam
musibah itu. Meskipun bingung, Kay Chandler datang juga ke rumah sakit
untuk mengidentifikasi jenazah yang diduga suaminya. Ternyata benar.
Sementara itu Van de Broeck juga mengidentifikasi jenasah wanita yang
dalam manifes dinyatakan sebagai Ny. Chandler. Keduanya duduk
bersebelahan, dan dalam tayangan kondisi pesawat yang tenggelam di
danau, keduanya diselamatkan terakhir kali. Keduanya duduk
bersebelahan.

Maka mulailah naluri polisi Van de Broeck menyelidiki apa yang
sebenarnya terjadi. Apakah Kay Chandler tahu ada hubungan apa antara
Ny. Broeck dengan suaminya? Sudah berapa lama Kay Chandler tahu? Maka
mulailah Broeck mencekati Kay Chandler untuk mencari tahu hubungan
istrinya dengan Chandler. Ternyata tidak mudah melakukan penyelidikan
melalui Chandler. Chandler ingin mengubur semua pertanyaan-pertanyaan
yang juga ada di benaknya. Baginya semua telah usai, dan ia tidak
ingin membuka lagi luka dengan mencari tahu adakah affair antara
suaminya dengan istri Broeck. Berkat usaha keras dan pantang menyerah
oleh Broeck akhirnya Kay Chandler pun mencoba menyelidiki ada apa
sebenarnya antara suaminya dengan Ny. Broeck. Apalagi gelang indah
yang disangka hadiah untuk ulang tahun putri mereka, dan tersimpan
dalam kopor yang diserahkan oleh petugas maskapai penerbangan ternyata
berisi inisial nama kekasih suaminya itu. Satu demi satu terbuka, dan
menorehkan luka di hati keduanya, baik Broeck maupun Kay Chandler.
Ternyata affair sepasang kekasih itu sudah terjadi lama sekali. Mereka
bahkan punya apartemen di Miami, masing-masing memegang kuncinya.
Maka, pada suatu ketika Broeck dan Kay Chandler ketemu di apartemen
yang disewa sepasang kekasih itu. Keduanya makin dekat satu sama lain
sebagai seorang yang senasib. Kedekatan mereka digambarkan dengan
indah. Mulai dari cumbuan yang menggebu-gebu antara marah bercampur
berahi yang terpendam, sampai adegan percintaan yang romantis di dalam
kabin kecil di tengah hutan ataupun adegan romantis yang samar lewat
ucapan dan kerlingan mata Kay Chandler dan Van de Broeck. Maka lupalah
kita bahwa keduanya adalah orang-orang yang merasa dikhianati. Mereka
kemudian menjadi sepasang kekasih yang saling mendukung dan berani
menunjukkan kedekatan di depan umum meskipun disadari itu bisa
menjatuhkan popularitas Chandler sebagai calon senator. Ketika sang
calon senator ditanya wartawan:”Apakah benar suami anda punya affair
dengan istri sersan Broeck?” Dengan tenang dan jelas Kay Chandler
menjawab:” Ya benar”. Ketika wartawan mencecarnya lagi: “Benarkah Anda
ada hubungan khusus dengan sersan Broeck?”. Dengan lancar Kay
Chandler menjawab: “ Ya benar, dia adalah tipe teman yang
sebenar-benarnya teman. Dia ada ketika saya mebutuhkan seorang teman”.
Dan filmpun berakhir, sementara penonton dibiarkan menebak sendiri
kelanjutannya dengan memegang satu fakta: keduanya terlihat saling
sayang dan saling membutuhkan. Kehebatan film ini terletak pada
penggarapan Sidney Pollack. Kalau anda pernah membaca novelnya, yang
ditulis oleh Warren Adler tahun 1984, jangan bingung dengan profesi
para tokohnya yang berbeda dengan filmnya. Juga anak Kay Chandler yang
dalam film digambarkan sebagai perempuan, dalam novelnya adalah anak
laki-laki. Selebihnya, alur ceritanya sama.

Posted via email from catatan's posterous

Friday, December 04, 2009

Rama, Sinta, dan Rahwana

Dalam cerita klasik Ramayana, hitam putihnya tokoh dibuat begitu
nyata. Jelas bahwa tokoh hitam adalah Rahwana, seorang raksasa rakus
yang yang memaksa menculik Sinta untuk diperistri. Dan, Rama adalah
seorang raja tampan bijaksana, kekasih para dewa. Sesungguhnya Rama
adalah juga titisan Dewa Wisnu, sang penguasa jagad.
Mengapa Rahwana menculik dan ingin memperistri Sinta, padahal dia
adalah raja sebuah kerajaan besar. Istri-istrinya adalh wanita-wanita
cantik dari seluruh negeri. Dia juga orang raja yang amat sakti.
Akan halnya Sinta, ia adalah putri raja yang diperistri Rama dari
sebuah lomba mengangkat busur panah pusaka, yang tak seorangpun
manusia mampu menggerakkannya. Bukan hanya mampu mengangkat, iapun
bahkan mematahkan Busur panah pusaka menjadi berkeping-keping. Sinta
adalah perempuan setia yang diculik oleh karena Rahwana percaya bahwa
siapapun yang bisa memperistri Sinta akan menjadi raja agung yang
sangat disegani. Setelah melihat sendiri pesona wanita bernama Sinta,
tekad Rahwana untuk menculik Sinta semakin besar. Ia benar-benar jatuh
cinta pada Sinta. Oleh karena berhadapan muka berperang dengan Rama
pasti ia akan kalah, maka dipakailah tipu daya. Singkat cerita,
Sintapun didapat, dan dikurungnya di dalam istana yang megah. Apapun
yang diinginkan Sinta, pati dikabulkan, asal ia tidak minta
dipulangkan pada Rama. Tidak ada satupun versi yang menceritakan bahwa
Rahwana memaksa, apalagi memperkosa Sinta. Meski berwujud raksasa,
sesungguhnya ia lembut hati. Kekuasaan dan ambisilah yang menjadikan
ia tampak jahat. Yang ia lakukan adalah membujuk Sinta, dengan segala
upaya, agar Sinta mau menjadi istrinya. Seorang dayang ditugaskan
untuk melayani semua kebutuhan Sinta.
Dan Sinta adalah wanita yang lembut hati. Rasa ibanya muncul sedikit
demi sedikit. Ia sadar, kalau Rahwana mau ia bisa memaksanya tanpa
Sinta bisa melawan. Begitulah, sebagai wanita ia juga mulai membuka
diri, terharu oleh kegigihan Rahwana dalam membujuk dan merayunya.
Tampaklah oleh Sinta bahwa Rahwana benar-benar mencintainya. Cara dan
waktunya saja yang salah. Sinta sangat menyadari posisinya sebagai
seorang istri. Kesetiaan ia junjung sangat tinggi hingga sampai detik
terakhir Rama membebaskannya, ia tetaplah istri yang setia. Dengan
bantuan tentara kera yang dipimpin Anoman, Rama dapat kembali merebut
Sinta. Tapi, Rama adalah juga manusia meskipun ia titisan dewa. Ia
meragukan kesucian dan kesetiaan Sinta. Bagaimanapun, Rama tahu bahwa
Rahwana adalah raja yang sangat piawai menaklukkan wanita. Ia khawatir
bahwa istrinya telah dinodai oleh Rahwana. Ia mau menerima Sinta
kembali asalkan Sinta bisa membuktikan dirinya masih suci, belum
dijamah Rahwana. Caranya, Sinta hars sanggup terjun ke dalam api suci.
Ia akan mati terbakar bila memang sudah tidak suci lagi, dan
sebaliknya bila ia masih suci, api tidak akan mampu membakar tubuhnya.
Meski dengan berurai air mata, Sinta dengan tabah menjalani perintah
suaminya. Oleh karena Sinta sesungguhnya tetap setia pada suaminya,
meskipun pesona Rahwana nyaris memikatnya. Dalam salah satu versi,
Sinta sempat menangis berupaya mencegah Rahwana berperang menghadapi
Rama, karena ia tahu bahwa Rahwana pasti akan mati karena tidak
mungk8n menang melawan Rama. Apa jawab Rahwana: "Adindaku Sinta,
terima kasih Adinda mengkhawatirkan aku. Aku bahagia dan akan membawa
rasa bahagiaku ini kepada dewa kematian yang sebentar lagi akan datang
kepadaku. Seluruh tentaraku telah habis dan kini akulah yang harus
menghadapi Rama, suamimu, titisan Dewa Wisnu". Hampir d iluar
kesadarannya sendiri, terbawa rasa haru dan kagum, pada raksasa yang
menculiknya namun tidak pernah berani menyentuh karena kekukuhan
hatinya itu, Sinta berkata: "Baginda raja bisa lari atau berbah wujud
jadi apapun, agar bisa menyelamatkan diri" Rahwana tersenyum kecut. "A
tidak mau hidup hanya untuk Melihat diriku menjadi manusia pengecut
dan egois. Seluruh balatentaraku gugur membela kepentinganku. Aku
tidak ingin mengkhianati mereka". Dan sambil mengucapkan terima kasih
atas perhatian Sinta, Rahwanapun menghadapi Rama, nenjemput
kematiannya sendiri. Itulah terakhir kalinya Sinta melihat Rahwana.
Dan kini, ia harus menerima kenyataan bahwa suami yang sangat ia
cintai, yang sanggup membuatnya menahan segala derita dalam
mempertahankan kesucian dan kesetiaannya, tega menyuruhnya terjun ke
dalam api yang bisa merenggut kematiannya. Sinta mampu melalui ujian
itu, dan keluar dari kobaran api tanpa luka sama sekali. Rama
tersenyum bahagia dan bersiap memeluk istrinya tanda Rama mau menerima
Sinta kembali. Tapi sayang, kobaran api suci memang tidak mampu
melukai kulit mulus Sinta. Hanya hatinya yang tersayat dan tercabik
oleh kecurigaan Rama. Maka, Sintapun menolak direngkuh ke dalam
pelukan Rama. "Kakanda, mohom maaf, cinta adinda telah musnah oleh
kobaran api suci yang membakar adinda tadi. Sinta yang kakanda cintai
telah mati. Yang ada di hadapan Kakanda ini adalah wanita yang jatuh
hina karena direndahkan oleh suaminya sendiri. Mohon pamit Kakanda.
Adinda mohon diri, semoga kelak kita bertemu di Suarga loka" Maka
semestapun menangisi suratan nasib sinta, mengutuk keegoisan Rama.
Mendung mengiringi langkah kaki Sinta sehingga terik sang Surya
terhalang jatuh ke tubuh ringkih Sinta, perempuan yang kukuh pada
kesetiaan dan harga diri yang ditanamnya dalam-dalam di hatinya ...

Posted via email from catatan's posterous

Thursday, December 03, 2009

Desember 3, 2009

Sampai di bandara belum jam 5 pagi. Jadi, spt biasa, pintu bandarapun bahkan belum dibuka. Di depan pintu serombongan anak muda dari PTS lumayan terkenal sudah antre mau check-in. Agaknya mereka rombongan muhibah seni ke  Malaysia, tepatnya ke Melaka. Itu terlihat dari sticker yg dipasang di koper2 mereka.

 

[Selintas, tiba2 ingat hujan rintik suatu siang 3 oktober 2009 di depan BTC. Pesan pendek barusan kukirim, telling that I should go to J. I spend 3 days 2 night at Dg Pkr, and because there is no chance to met for lunch or just cheat n chat, I decided to go back to J as early as possible. 30 minute was passing by, and still no response).

 

jam 05.00 barulah pintu masuk dibuka. Aku berderet dalam antrean bersama calon passanger lain. Nggak sampai lima menit aku dapat boarding pass dan tentu saja nomor tempat duduk. Aku minta dekat lorong, dapat nomor 23D. Nyaris bagian ekor.

 

(Jadi ingat penerbangan Papua-Jakarta, hampir setahun lalu. Di bangku paling belakang pesawat MD90 Lion, pemandangan di sebelah kiri adalah mesin jet)

 

Terlihat rombongan penumpang mulai masuk ke ruang tunggu dalam Aku ikut rombongan, antre masuk bersama penumpang yg didominasi rombongan muhibah seni tadi.

 

(45 minutes just passed by, and still no response)

 

Saat ini aku sdh di bangku 23d. Berita dari Ibr, hari ini DitProvPen ketemuan utk koordinasi di Millenium.

 

Nyaris setengah penerbangan aku terkantuk2. Tidak  enaknya pakai Garuda untuk penerbangan pendek adalah terpaksa bangun untuk menerima kotak snack dan tawaran minum. Memang, bisa saja aku tersin tidur, tapi suara penumpang sebelah saat ditawari minum atau menerima snack, cukup membuatku terbangun. Kadang, kalau tidak tidur, saat di pesawat spt sekarang aku gunakan untuk  melamun. Ya, karena lebih sering aku terbang sendiri.

'

Seingatku, selain dg Ido dan Mamanya, aku hanya 4 kali terbang bersebelahan dg teman yang kukenal, yaitu penerbangan CKG-PNK, GTO-CGK, CKG-Pap-CKG, dan Pap-CKG. Selebihnya, sendirian.

 

(Still no response, so I send another message, telling that I already have arrive at J. Well I guess, she wouldn't response too..)

 

Posted via email from catatan's posterous

Saturday, November 28, 2009

Gedung Sate

Peletakan batu pertama pembangunan komplek
Gedung Sate pada tanggal 27 Juli 1920

Gedung Sate dibangun pada tahun 1920-1924 di Wilhelmina Boulevard (Sekarang Jalan Diponegoro), peletakan batu pertama oleh Nona Johana Catherina Coops, puteri sulung Walikota Bandung B.Coops dan Nona Petronella Roelofsen yang mewakili Gubernur Jendral Hindia Belanda di Batavia.

Batu-batu dari Ujung Berung diangkut dengan
menggunakan lori dan kereta gantung.

Gedung Sate merupakan karya monumental dari arsitek Ir Gerber. Gaya arsitekturnya merupakan perpaduan langgam arsitektur tradisional Indonesia dan teknik konstruksi Barat, sehingga disebut Indo Eropeesche Architectuur StiiJln. Arsitektur Gedung Sate merupakan perpaduan antara gaya arsitektur Italia dan Moor dari zaman Renaissance dengan gaya arsitektur Hindu dan Islam .

Ornamen enam tiang dengan bulatan berbentuk mirip tusuk sate ditempatkan pada puncak atap tumpak, sebagai lambang biaya pembangunan Gedung Sate sebesar Rp.6000.000 gulden.

Tempoe Doeloe gedung ini disebut Gouvernements Bedrijven (GB). Gedung ini kemudian disebut dengan Gedung Sate berdasarkan bentuk ornamen pada puncak atap tumpak tersebut yang terdiri dari 6 buah yang berbentuk seperti tusuk sate. Gedung Sate sekarang menjadi Kantor Gubernur Jawa Barat.

by : Sudarsono katam /Lulus Abadi

Bandung tempo dulu. Entah kenapa mendengar kata Bandung terasa ada lonceng berdentang di dalam hatiku. Padahal, aku bukanlah orang Bandung, juga bukan orang yang besar atau menghabiskan waktu lama di Bandung. Hanya 3 bulan di tahun 1983, 2 bulan di tahun 1992, dan beberapa kali singgah di Bandung untuk rapat ataupun kegiatan lain terkait pekerjaanku. Rasanya memang ada sesuatu antara aku dan Bandung. Dejavu....

Posted via web from catatan's posterous

Tie the yellow ribbons ....

Lagu "Tie the yellow ribbon round the Old Oak tree" ini berdasarkan pada kisah nyata yang dimuat pada tahun 1971 surat kabar New York Post tentang seorang pria yang hidup di sebuah kota kecil di White Oak, Georgia, Amerika. Pria ini menikahi seorang wanita yang cantik dan baik, sayangnya dia tidak pernah menghargai istrinya. Dia tidak menjadi seorang suami dan ayah yang baik. Dia sering pulang malam- malam dalam keadaan mabuk, lalu memukuli anak dan isterinya.

Satu malam dia memutuskan untuk mengadu nasib ke kota besar, New York. Dia mencuri uang tabungan isterinya, lalu dia naik bis menuju ke utara, ke kota besar, ke kehidupan yang baru. Bersama-sama beberapa temannya dia memulai bisnis baru. Untuk beberapa saat dia menikmati hidupnya. Sex, gambling, drug. Dia menikmati semuanya.

Bulan berlalu. Tahun berlalu. Bisnisnya gagal, dan ia mulai kekurangan uang. Lalu dia mulai terlibat dalam perbuatan kriminal. Ia menulis cek palsu dan menggunakannya untuk menipu uang orang. Akhirnya pada suatu saat naas, dia tertangkap. Polisi menjebloskannya ke dalam penjara, dan pengadilan menghukum dia tiga tahun penjara.

Menjelang akhir masa penjaranya, dia mulai merindukan rumahnya. Dia merindukan istrinya. Dia rindu keluarganya. Akhirnya dia memutuskan untuk menulis surat kepada istrinya, untuk menceritakan betapa menyesalnya dia. Bahwa dia masih mencintai isteri dan anak-anaknya.

Dia berharap dia masih boleh kembali. Namun dia juga mengerti bahwa mungkin sekarang sudah terlambat, oleh karena itu ia mengakhiri suratnya dengan menulis, “Sayang, engkau tidak perlu menunggu aku.

Namun jika engkau masih ada perasaan padaku, maukah kau nyatakan?

Jika kau masih mau aku kembali padamu, ikatkanlah sehelai pita kuning bagiku, pada satu-satunya pohon beringin yang berada di pusat kota. Apabila aku lewat dan tidak menemukan sehelai pita kuning, tidak apa-apa. Aku akan tahu dan mengerti. Aku tidak akan turun dari bis, dan akan terus menuju Miami. Dan aku berjanji aku tidak akan pernah lagi menganggu engkau dan anak-anak seumur hidupku.”

Akhirnya hari pelepasannya tiba. Dia sangat gelisah. Dia tidak menerima surat balasan dari isterinya. Dia tidak tahu apakah isterinya menerima suratnya atau sekalipun dia membaca suratnya, apakah dia mau mengampuninya? Dia naik bis menuju Miami, Florida, yang melewati kampung halamannya, White Oak. Dia sangat sangat gugup. Seisi bis mendengar ceritanya, dan mereka meminta kepada sopir bus itu, “Tolong, pas lewat White Oak, jalan pelan-pelan…kita mesti lihat apa yang akan terjadi…”

Hatinya berdebar-debar saat bis mendekati pusat kota White Oak. Dia tidak berani mengangkat kepalanya. Keringat dingin mengucur deras.

Akhirnya dia melihat pohon itu. Air mata menetas di matanya…

Dia tidak melihat sehelai pita kuning…

Tidak ada sehelai pita kuning….

Tidak ada sehelai……

Melainkan ada seratus helai pita-pita kuning….bergantungan di pohon beringin itu…Ooh…seluruh pohon itu dipenuhi pita kuning…!!!!!!!!!!!!

Kisah nyata ini menjadi lagu hits nomor satu pada tahun 1973 di Amerika. Sang sopir langsung menelpon surat kabar dan menceritakan kisah ini. Seorang penulis lagu menuliskan kisah ini menjadi lagu, “Tie a Yellow Ribbon Around the Old Oak Tree”, dan ketika album ini di-rilis pada bulan Februari 1973, langsung menjadi hits pada bulan April 1973.

Syairnya:

I’m coming home
I’ve done my time And I have to know what is or isn’t mine
If you received my letter telling you I’d soon be free
Then you’d know just what to do
If you still want me
If you still want me
Oh tie a yellow ribbon
‘Round the old oak tree It’s been three long years
Do you still want me If I don’t see a yellow ribbon ‘Round the old oak tree
I’ll stay on the bus, forget about us
Put the blame on me If I don’t see a yellow ribbon ‘Round the old oak tree
Bus driver please look for me ‘Cause I couldn’t bare to see what I might see
I’m really still in prison And my love she holds the key
A simple yellow ribbon’s all I need to set me free
I wrote and told her please
Oh tie a yellow ribbon ‘Round the old oak tree It’s been three long years
Do you still want me If I don’t see a yellow ribbon ‘Round the old oak tree
I’ll stay on the bus, forget about us
Put the blame on me If I don’t see a yellow ribbon ‘Round the old oak tree
Now the whole damn bus is cheering And I can’t believe
I see A hundred yellow ribbons ‘Round the old, the old oak tree
Tie a ribbon ’round the old oak tree…

Posted via email from catatan's posterous

Saturday, November 14, 2009

Pagi, 1 November sekitar jam 08.00 aku sudah mulai bergegas memanggil taksi menuju Bandara. Lagi-lagi ninggalin Ido dan Mamanya untuk pergi selama seminggu. Rencananya, tgl 1-3 di Kendari. Pulang tanggal 3 sore, malam hari sampai Jakarta, menginap 1 hari, soalnya harus nongol di Lantai 15 Rabu pagi (jadwal ini lancar adanya, akhirnya aku nginap di HMA). Rabu sore itu juga aku berangkat ke Lampung untuk moniev di Unila dari 4-6 November 2009.
Dua bulan terakhir ini kegiatan2 terkait BERMUTU mulai berjalan lagi. Selintas yang teringat adalah sbb:
  • Pertemuan di Sahid Jaya Solo, mereview dan mem-validasi modul untuk KKKS dan KKPS. Baru tahu kalau modul manajemen (itu istilah tim lama untuk modul KKKS dan KKPS) telah beruabh total dari modul yang dibuat dibawah koordinasi Bu MS dan Bu PP. Di bawah YP modul berubah total.
  • Sebelum itu ada pertemuan2 di PItagiri. Untuk pertama kalinya baru tahu kalau NCT bentukan tahun lalu masih ilegal karena tak ada SK. Saat itulah tim lama mulai bertemu dengan tin dari ProfPen dan Tendik (ada MW, DW, dan YP)
  • Dari Pitagiri pula tahu bahwa ada tagihan2 yang perlu dicermati. YP punya tim baru untuk mengembangkan modul KKKS dan KKPS.
  • Lalu ada pertemuan agak luas dengan tim pengembang modul KKG dan MGMP. Ada W di sana, dan mulailah diidentifikasi modul-modul suplemen yang diperlukan.
  • Rencana yang disepakati di Pitagiri, yakni pembentukan tim-tim dengan tugas mengembangkan masing-masing modul suplemen, pada akhirnya tidak ditindaklanjuti. Muncul rumor akan direkrut konsultan untuk menyelesaikan modul-modul suplemen itu
  • Bersama Ib dan Sal sempat terlibat workshop di Pramesthi, Puncak, untuk menyelesaikan modul-modul suplemen oleh P4TK Bahasa.
  • Pramesthi, Permata, dan Sahid Jaya, pindah-pindah dalam 5 hari bekerja.
  • Mengisi Workshop PCT (25-10-09) dan DCT (31-10-09) di The Sunan Hotel.
  • Sejak Oktober, kembali menjadi konsultan jangka pendek di Bindiklat, sampai Desember.

Friday, September 11, 2009

24-26 Ags, Shd Jy Sl
3-4 Sept, Permata Bgr
4-7 Sept, Pramesthi Puncak
9-11 Sept, Acacia Kramat Raya
11-13 Sept, Shd Sudirman
15 Sept, UGM
Ini tentang program skala nasional yang melibatkan aku di dalamnya. Ternyata sampai saat ini (Acacia, 9-11 Sept) masih banyak silang sengkarut dan ketidak jelasan, justru pada level top management. Lagi-lagi aku berfikir, kalau begini gambaran 'pusat', pantas saja dengan yang terjadi di 'lokal' tempat kerjaku. Tapi, the show must go on' toh. Apalagi salah seorang mantan mahasiswa PPs tempat aku pernah mengajar mengatakan bahwa keretanya sudah berjalan sampai ke distrik, dan seperti kata seorang pejabat di Sny, kereta tidak dapat lagi dihentikan. Yang ada hanya menyusulkan logistik, bukan merubah jalur apalagi menghentikan kereta. Aneh, berdasarkan apa yang kualami sejak Ptgr, Sahid Jaya, Acc jadi terasa aroma 'pergesekan' antar unit dalam satu lembaga besar. Ini seperti intrik antar fakultas dalam sebuah universitas, maksudnya antar dekan di bawah rektor.
Hal lain, hari ini aku hanya pindah tempat, dari Acc ke Shd Sudirman. Untuk program yang payungnya sama cuma segmennya berbeda. Ini komunitas tempat aku lebih duu terlibat, jadi anggap saja hiburan. Masih harus di J sampai Minggu sore. Mudah-mudahan ini kegiatan terakhir sebelum Idul Fitri.....

Tuesday, August 25, 2009

Tangal 24-26 ini ngendon di HSJ Solo. Urusan review BBM KKKS, MKKS, KKPS, MKPS. Kayaknya ada tugas juga untuk menyusun course development untuk ICT for Education. Pinginnya dolan ke luar hotel, tapi g ada waktu ......

Sunday, August 16, 2009

Tanggal 11 Februari 2009, setelah ditunda 10 hari dari waktu seharusnya, akhirnya jadi juga mengisi Widya Telewicara (Video Teleconference). Aku sendiri ada di Gedung Depdiknas Senayan. Kuliah umum itu diikuti oleh 23 LPTK peserta konsorsium PJJ S-1 PGSD se Indonesia. Makalah dan bahan presentasi ada di sini.

Tanggal 20 Juni 2009, mempresentasikan makalah pada Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi 2009 yang diselenggarakan oleh Universitas Islam Indonesia Yogyakarta, Jl. Kaliurang km 14,5 Yogyakarta. Makalahnya aku upload di sini.

Tanggal 4 Agustus 2009, mempresentasikan makalah pada Conference on Information Technology and Electrical Engineering (CITEE) 2009 di Jurusan Teknik Elektro Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Berikut ini link makalahnya.

Tanggal 13-14 Agustus 2009, menjadi narasumber kegiatan Workshop Evaluasi Penyelenggaraan ICT-based Learning bagi SMA/SMK yang diselenggarakan oleh Balai Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Jl. Prof. Dr. Hamka No. 15 Semarang. Berikut ini link makalah dan slide presentasinya.

Tanggal 19 Agustus 2009, menjadi narasumber untuk kegiatan Workshop Pengembangan E-Learning Program Pengembangan Guru MIPA Bertaraf Internasional Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Yogyakarta. Makalah dan slide presentasinya bisa diunduh di sini.

Wednesday, July 01, 2009

Ke UM untuk monev dari 28 Jun sampai 1 Jul. Berangkat 09.40 dari SRG menuju SUB dengan SJ (karena SJ adalah satu2nya flight dari SRG ke SUB). Dari SUB ke MLG pake taksi (336ths IDR), melewati jalanan macet di sepanjang tepian tanggul lumpur dan jalanan padat Sidoarjo. Jam 13 sdh check in dan tidur di Regent's Park. Malam hari makan malam di Prambanan, bertiga saja karena L tidak mau ikut. Paginya memulai monev dengan permisi ke PR1, wawancara dengan Dekanat, pengelola, dosen, dan mahasiswa (oleh L). Hari berikutnya ke SD Sawojajar I ketemu mhs PPL, Kepsek, dan guru pamong kemudian ke SD Tanjungsari II.
Sorenya sudah sendirian lagi di hotel, sampai pagi ini. Rencana ke SUB pakai trv Karina jam 12.00 dan ke SRG dengan SJ jam 18.30.
Di UPI dari 23-24 Juni 2009. Berangkat dari JOG dengan JT-... menuju CKG sejak jam 06.40. Sempat ketemu dan ngobrol dengan teman semasa S2, Marsekal AU dia sekarang. Sampai di CKG langsung ganti Trv CPG ke BTC. Sempat makan tahu bakso dan kemudian ke Sindang Reret. Sore itu langsung masuk ke IsResort. Dijemput tim UPI (Ah, Joh, Wul, Tt) makan malam di SrSnd. Paginya ketemu D dan staf dulu, wawancara dengan pengelola PJJ dan dosen, sementara AR wawancara dengan mhs. Siangnya ketemu PR1 (ChA). Makan siang di (lupa) lalu meneruskan wawancara di ruang pertemuan FIP.
Hari kedua ketemu dengan Kepsek dan melihat ICT Center di SMK4. Sempat makan siang di D'cost. Masih sempat nge-mie di Naripan. Sejak sore itu free. Sempat ke BTC, mie kocok, W, dan Drag me to the Hell. Pulangnya beli brownies. Pulang ke JOG dengan Lodaya pagi jam 08.00 dari Kebonkawung. Sampai di JOG sudah jam 17.00. Esok harinya (Jumat) ngajak Ido ke Amplaz, dan malamnya balik ke SRG, karena Minggu harus ke SUB untuk monev di UM.

Monday, June 15, 2009

Tiba di GTO nyaris malam, 10 juni 2009. Jam 06.35 dg SJ brkt dari SRG menuju CKG. Jam 07.35, setelah nyaris beku 50 menitan di kabin SJ, sampai juga di CKG. Masih harus menunggu sampai 11.35 untuk terbang dg SJ juga ke GTO. Transit 20 menit di UPG, 1 jam penerbangan dari CKG. Penerbangan dilanjutkan ke GTO, kira2 2 jam. Sampai di bandara Djalaludin sudah dijemput teman2 UNG. Kami (hrw, hbs, asj) sebenarnya satu fligth dg hfd dari UPI. Belakangan aku tahu mereka memberi kuliah pd mhs 'eksekutif' dari UNG dan pejabat2 di GTO (s2 dan s3). Esok harinya ktm jajaran pimpinan ung dan fip-ung untuk wawancara monev. Sorenya sempat ke SMK Wirabakti yang jadi salah satu ICT Center untuk mhs PJJ-S1 PGSD UNG. Smk ini dimiliki oleh yayasan dibawah Ny. Uga Wiranto yg asli GTO. Dari ICT Center, sempat ke kantor Gubernur GTO yg ada di puncak bukit.
Hari berikutnya (120609) ke Kab. Boalemo, mengunjungi SDN 1 Tilamuta, SDN 12 Tilamuta, dan ICT Center yg ada di Dinas Pendidikan Kab Boalemo. Pulang ke hotel (Megazanur, Jl. A Yani GTO) sdh menjelang petang, karena sempat mampir ke rmh ibu GA yg ayahnya meninggal hari itu. Aku sempat pula, setelah para pengantar pulang, ke Pasar Tua, membeli dua kain krawang. Aku tulis ini di terminal 3 bandara soetta menunggu waktu check-in mandala ke SRG yg rencananya takeoff jam 14.00. (Karena kesulitan mem-post-kannya ke blogspot, aku pindahin melalui IR ke laptop dan kupublish ke blogspot hari Senin, di ruang dosen).

Friday, April 24, 2009

Bulan yang sibuk:

Pangrango 2, Bogor PJJ PGSD (12-14 April 09)
PGSD Workshop (16-17 April 2009)
Inna Garuda Yogyakarta PJJ PGSD (18-20 April 09)
Inna Grand Bali Beach BERMUTU (21-22 April)
Universitas Negeri Malang ICT PHK-I, Edohotel Jl. Surabaya No. 1, Enny Guest House Jl. Taman Wilis(23-24 April 09)


Juga kedukaan: setelah beberapa kali ke RSPC sejak jatuh di kamar mandi, Eyang Kung Cilacap meninggal dunia 13 April 2009. Hari berikutnya baru aku bisa ke Cilacap dengan menempuh rute Bogor-Jakarta-Jogyakarta-Cilacap.

Sunday, February 01, 2009

Daftar Hotel:
Banana Inn (Bandung
Aston Marina Apartment (Jakarta)
Provence (Bandung)
Twin Plaza Hotel (Jakarta)
Bintang Griya Wisata (Jakarta)
Ciputra (Jakarta)
Hotel Mega Anggrek (Jakarta)
Spark (Mangga Besar, Jakarta)
Menara Peninsula Hotel (Jakarta)
Millenium Sirih (Jakarta)
Hotel Bidakara (Jakarta)
Hotel Sultan (Jakarta)
Hotel Century Atlet (Jakarta)
Sempur Park Hotel (Bogor)
Pangrango I (Bogor)
Pangrango II (Bogor)
Inna Garuda Hotel (Jogjakarta)
Hotel Saphir (Jogjakarta)
Hotel Nidya (Pierre Tendean, Jogjakarta)
Hotel Inna Veteran (Denpasar, Bali)
Hotel Palm (Banjarmasin)
Hotel Peony (Pontianak)
Hotel Orchadz (Pontianak)
Hotel Pusako (Bukittinggi)
Grand Kartika (Pontianak)
Inna Dharma Deli (Medan)
Apartemen Sejahtera? (Ciumbelueit, Bandung)
Hotel Clarion (Makassar)

Kota:
Medan
Padang
Jakarta
Bandung
Bogor
Pontianak
Banjarmasin
Makassar
Denpasar
Jayapura
Bogor

Tuesday, January 20, 2009

20 Januari 2009
Semingguan kemarin (12-17 Januari 2009) aku dan tim bu PP ngadain pelatihan ICT plus penelitian pada wanita nelayan Gunungkidul. Peserta pelatihan sekaligus subyek penelitian adalah wanita nelayan pantai Baron. Dimulai dengan TOT untuk guru (kebetulan aku masih punya akses ke guru-guru GK yang pernah aku latih ICT di Unnes) dan memilih 4 dari 20 untuk membantu mendampingi pelatihan ke ibu-ibu nelayan. Asyik sih, nggak nyangka lebih mudah ngajarin ibu-ibu nelayan daripada pengalaman mengajari mahasiswa S2 sembilan tahun yang lalu.
Jadi, seminggu itu aku dua kali ikut ke pantai Baron, sekedar melihat pantai dan makan kepiting asam manis.
Minggu (18 Januari) baru aku balik Semarang setelah semalam menginap di Jakal.
Senin memulai rutinitas baru di Semarang dan Yogya bolah-balik.

Tuesday, January 13, 2009

Kamis, 8 Januari, pagi-pagi, kami bertiga bertaxi menuju Cilacap. Eyang Kung nya Ido jatuh dan diopname di rumah sakit. Sebenarnya sih hari ini mau menjemput Eyang Kudus untuk dibawa ke Magelang menengok Om EDR yang lagi sakit. Tapi, itulah. Ada yang lebih perlu di dahulukan. Di Cilacap sampai Sabtu pagi, langsung ke YK bareng mbak T karena harus gabung dengan teman-teman UT untuk memulai penelitian di GK. Seharusnya Minggu kami sudah kumpul, tetapi karena praktis tak ada hal penting maka aku ijin untuk gabung hari Senin saja. Langsung balik ke Jakal setelah beberapa saat di hotel Nidya untuk ketemu tim.
Senin, 12 Januari, bertiga kami ke dusun Kemadang, Tanjungsari, Gunungkidul untuk mendatangi kantor Kepdes dan melihat kondisi pantai Baron, Drini, Krakal, dll.
Saat ini, 13 Januari, berempat (PP, HRW, BAS, TUT) kami ada di SMKN 2 Wonosari untuk melakukan TOT kepada 20 orang guru (yang datang hanya 18). Selanjutnya dari 18 itu akan diambil 4 orang untuk mendampingi tim melatih ibi-ibu nelayan.
Hari ini juga ada kabar acara tanggal 15 di Jakarta batal. Jadi tangal 15 aku nggak jadi ke Jakarta!!!