Saturday, November 28, 2009

Gedung Sate

Peletakan batu pertama pembangunan komplek
Gedung Sate pada tanggal 27 Juli 1920

Gedung Sate dibangun pada tahun 1920-1924 di Wilhelmina Boulevard (Sekarang Jalan Diponegoro), peletakan batu pertama oleh Nona Johana Catherina Coops, puteri sulung Walikota Bandung B.Coops dan Nona Petronella Roelofsen yang mewakili Gubernur Jendral Hindia Belanda di Batavia.

Batu-batu dari Ujung Berung diangkut dengan
menggunakan lori dan kereta gantung.

Gedung Sate merupakan karya monumental dari arsitek Ir Gerber. Gaya arsitekturnya merupakan perpaduan langgam arsitektur tradisional Indonesia dan teknik konstruksi Barat, sehingga disebut Indo Eropeesche Architectuur StiiJln. Arsitektur Gedung Sate merupakan perpaduan antara gaya arsitektur Italia dan Moor dari zaman Renaissance dengan gaya arsitektur Hindu dan Islam .

Ornamen enam tiang dengan bulatan berbentuk mirip tusuk sate ditempatkan pada puncak atap tumpak, sebagai lambang biaya pembangunan Gedung Sate sebesar Rp.6000.000 gulden.

Tempoe Doeloe gedung ini disebut Gouvernements Bedrijven (GB). Gedung ini kemudian disebut dengan Gedung Sate berdasarkan bentuk ornamen pada puncak atap tumpak tersebut yang terdiri dari 6 buah yang berbentuk seperti tusuk sate. Gedung Sate sekarang menjadi Kantor Gubernur Jawa Barat.

by : Sudarsono katam /Lulus Abadi

Bandung tempo dulu. Entah kenapa mendengar kata Bandung terasa ada lonceng berdentang di dalam hatiku. Padahal, aku bukanlah orang Bandung, juga bukan orang yang besar atau menghabiskan waktu lama di Bandung. Hanya 3 bulan di tahun 1983, 2 bulan di tahun 1992, dan beberapa kali singgah di Bandung untuk rapat ataupun kegiatan lain terkait pekerjaanku. Rasanya memang ada sesuatu antara aku dan Bandung. Dejavu....

Posted via web from catatan's posterous

Tie the yellow ribbons ....

Lagu "Tie the yellow ribbon round the Old Oak tree" ini berdasarkan pada kisah nyata yang dimuat pada tahun 1971 surat kabar New York Post tentang seorang pria yang hidup di sebuah kota kecil di White Oak, Georgia, Amerika. Pria ini menikahi seorang wanita yang cantik dan baik, sayangnya dia tidak pernah menghargai istrinya. Dia tidak menjadi seorang suami dan ayah yang baik. Dia sering pulang malam- malam dalam keadaan mabuk, lalu memukuli anak dan isterinya.

Satu malam dia memutuskan untuk mengadu nasib ke kota besar, New York. Dia mencuri uang tabungan isterinya, lalu dia naik bis menuju ke utara, ke kota besar, ke kehidupan yang baru. Bersama-sama beberapa temannya dia memulai bisnis baru. Untuk beberapa saat dia menikmati hidupnya. Sex, gambling, drug. Dia menikmati semuanya.

Bulan berlalu. Tahun berlalu. Bisnisnya gagal, dan ia mulai kekurangan uang. Lalu dia mulai terlibat dalam perbuatan kriminal. Ia menulis cek palsu dan menggunakannya untuk menipu uang orang. Akhirnya pada suatu saat naas, dia tertangkap. Polisi menjebloskannya ke dalam penjara, dan pengadilan menghukum dia tiga tahun penjara.

Menjelang akhir masa penjaranya, dia mulai merindukan rumahnya. Dia merindukan istrinya. Dia rindu keluarganya. Akhirnya dia memutuskan untuk menulis surat kepada istrinya, untuk menceritakan betapa menyesalnya dia. Bahwa dia masih mencintai isteri dan anak-anaknya.

Dia berharap dia masih boleh kembali. Namun dia juga mengerti bahwa mungkin sekarang sudah terlambat, oleh karena itu ia mengakhiri suratnya dengan menulis, “Sayang, engkau tidak perlu menunggu aku.

Namun jika engkau masih ada perasaan padaku, maukah kau nyatakan?

Jika kau masih mau aku kembali padamu, ikatkanlah sehelai pita kuning bagiku, pada satu-satunya pohon beringin yang berada di pusat kota. Apabila aku lewat dan tidak menemukan sehelai pita kuning, tidak apa-apa. Aku akan tahu dan mengerti. Aku tidak akan turun dari bis, dan akan terus menuju Miami. Dan aku berjanji aku tidak akan pernah lagi menganggu engkau dan anak-anak seumur hidupku.”

Akhirnya hari pelepasannya tiba. Dia sangat gelisah. Dia tidak menerima surat balasan dari isterinya. Dia tidak tahu apakah isterinya menerima suratnya atau sekalipun dia membaca suratnya, apakah dia mau mengampuninya? Dia naik bis menuju Miami, Florida, yang melewati kampung halamannya, White Oak. Dia sangat sangat gugup. Seisi bis mendengar ceritanya, dan mereka meminta kepada sopir bus itu, “Tolong, pas lewat White Oak, jalan pelan-pelan…kita mesti lihat apa yang akan terjadi…”

Hatinya berdebar-debar saat bis mendekati pusat kota White Oak. Dia tidak berani mengangkat kepalanya. Keringat dingin mengucur deras.

Akhirnya dia melihat pohon itu. Air mata menetas di matanya…

Dia tidak melihat sehelai pita kuning…

Tidak ada sehelai pita kuning….

Tidak ada sehelai……

Melainkan ada seratus helai pita-pita kuning….bergantungan di pohon beringin itu…Ooh…seluruh pohon itu dipenuhi pita kuning…!!!!!!!!!!!!

Kisah nyata ini menjadi lagu hits nomor satu pada tahun 1973 di Amerika. Sang sopir langsung menelpon surat kabar dan menceritakan kisah ini. Seorang penulis lagu menuliskan kisah ini menjadi lagu, “Tie a Yellow Ribbon Around the Old Oak Tree”, dan ketika album ini di-rilis pada bulan Februari 1973, langsung menjadi hits pada bulan April 1973.

Syairnya:

I’m coming home
I’ve done my time And I have to know what is or isn’t mine
If you received my letter telling you I’d soon be free
Then you’d know just what to do
If you still want me
If you still want me
Oh tie a yellow ribbon
‘Round the old oak tree It’s been three long years
Do you still want me If I don’t see a yellow ribbon ‘Round the old oak tree
I’ll stay on the bus, forget about us
Put the blame on me If I don’t see a yellow ribbon ‘Round the old oak tree
Bus driver please look for me ‘Cause I couldn’t bare to see what I might see
I’m really still in prison And my love she holds the key
A simple yellow ribbon’s all I need to set me free
I wrote and told her please
Oh tie a yellow ribbon ‘Round the old oak tree It’s been three long years
Do you still want me If I don’t see a yellow ribbon ‘Round the old oak tree
I’ll stay on the bus, forget about us
Put the blame on me If I don’t see a yellow ribbon ‘Round the old oak tree
Now the whole damn bus is cheering And I can’t believe
I see A hundred yellow ribbons ‘Round the old, the old oak tree
Tie a ribbon ’round the old oak tree…

Posted via email from catatan's posterous

Saturday, November 14, 2009

Pagi, 1 November sekitar jam 08.00 aku sudah mulai bergegas memanggil taksi menuju Bandara. Lagi-lagi ninggalin Ido dan Mamanya untuk pergi selama seminggu. Rencananya, tgl 1-3 di Kendari. Pulang tanggal 3 sore, malam hari sampai Jakarta, menginap 1 hari, soalnya harus nongol di Lantai 15 Rabu pagi (jadwal ini lancar adanya, akhirnya aku nginap di HMA). Rabu sore itu juga aku berangkat ke Lampung untuk moniev di Unila dari 4-6 November 2009.
Dua bulan terakhir ini kegiatan2 terkait BERMUTU mulai berjalan lagi. Selintas yang teringat adalah sbb:
  • Pertemuan di Sahid Jaya Solo, mereview dan mem-validasi modul untuk KKKS dan KKPS. Baru tahu kalau modul manajemen (itu istilah tim lama untuk modul KKKS dan KKPS) telah beruabh total dari modul yang dibuat dibawah koordinasi Bu MS dan Bu PP. Di bawah YP modul berubah total.
  • Sebelum itu ada pertemuan2 di PItagiri. Untuk pertama kalinya baru tahu kalau NCT bentukan tahun lalu masih ilegal karena tak ada SK. Saat itulah tim lama mulai bertemu dengan tin dari ProfPen dan Tendik (ada MW, DW, dan YP)
  • Dari Pitagiri pula tahu bahwa ada tagihan2 yang perlu dicermati. YP punya tim baru untuk mengembangkan modul KKKS dan KKPS.
  • Lalu ada pertemuan agak luas dengan tim pengembang modul KKG dan MGMP. Ada W di sana, dan mulailah diidentifikasi modul-modul suplemen yang diperlukan.
  • Rencana yang disepakati di Pitagiri, yakni pembentukan tim-tim dengan tugas mengembangkan masing-masing modul suplemen, pada akhirnya tidak ditindaklanjuti. Muncul rumor akan direkrut konsultan untuk menyelesaikan modul-modul suplemen itu
  • Bersama Ib dan Sal sempat terlibat workshop di Pramesthi, Puncak, untuk menyelesaikan modul-modul suplemen oleh P4TK Bahasa.
  • Pramesthi, Permata, dan Sahid Jaya, pindah-pindah dalam 5 hari bekerja.
  • Mengisi Workshop PCT (25-10-09) dan DCT (31-10-09) di The Sunan Hotel.
  • Sejak Oktober, kembali menjadi konsultan jangka pendek di Bindiklat, sampai Desember.

Friday, September 11, 2009

24-26 Ags, Shd Jy Sl
3-4 Sept, Permata Bgr
4-7 Sept, Pramesthi Puncak
9-11 Sept, Acacia Kramat Raya
11-13 Sept, Shd Sudirman
15 Sept, UGM
Ini tentang program skala nasional yang melibatkan aku di dalamnya. Ternyata sampai saat ini (Acacia, 9-11 Sept) masih banyak silang sengkarut dan ketidak jelasan, justru pada level top management. Lagi-lagi aku berfikir, kalau begini gambaran 'pusat', pantas saja dengan yang terjadi di 'lokal' tempat kerjaku. Tapi, the show must go on' toh. Apalagi salah seorang mantan mahasiswa PPs tempat aku pernah mengajar mengatakan bahwa keretanya sudah berjalan sampai ke distrik, dan seperti kata seorang pejabat di Sny, kereta tidak dapat lagi dihentikan. Yang ada hanya menyusulkan logistik, bukan merubah jalur apalagi menghentikan kereta. Aneh, berdasarkan apa yang kualami sejak Ptgr, Sahid Jaya, Acc jadi terasa aroma 'pergesekan' antar unit dalam satu lembaga besar. Ini seperti intrik antar fakultas dalam sebuah universitas, maksudnya antar dekan di bawah rektor.
Hal lain, hari ini aku hanya pindah tempat, dari Acc ke Shd Sudirman. Untuk program yang payungnya sama cuma segmennya berbeda. Ini komunitas tempat aku lebih duu terlibat, jadi anggap saja hiburan. Masih harus di J sampai Minggu sore. Mudah-mudahan ini kegiatan terakhir sebelum Idul Fitri.....

Tuesday, August 25, 2009

Tangal 24-26 ini ngendon di HSJ Solo. Urusan review BBM KKKS, MKKS, KKPS, MKPS. Kayaknya ada tugas juga untuk menyusun course development untuk ICT for Education. Pinginnya dolan ke luar hotel, tapi g ada waktu ......

Sunday, August 16, 2009

Tanggal 11 Februari 2009, setelah ditunda 10 hari dari waktu seharusnya, akhirnya jadi juga mengisi Widya Telewicara (Video Teleconference). Aku sendiri ada di Gedung Depdiknas Senayan. Kuliah umum itu diikuti oleh 23 LPTK peserta konsorsium PJJ S-1 PGSD se Indonesia. Makalah dan bahan presentasi ada di sini.

Tanggal 20 Juni 2009, mempresentasikan makalah pada Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi 2009 yang diselenggarakan oleh Universitas Islam Indonesia Yogyakarta, Jl. Kaliurang km 14,5 Yogyakarta. Makalahnya aku upload di sini.

Tanggal 4 Agustus 2009, mempresentasikan makalah pada Conference on Information Technology and Electrical Engineering (CITEE) 2009 di Jurusan Teknik Elektro Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Berikut ini link makalahnya.

Tanggal 13-14 Agustus 2009, menjadi narasumber kegiatan Workshop Evaluasi Penyelenggaraan ICT-based Learning bagi SMA/SMK yang diselenggarakan oleh Balai Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Jl. Prof. Dr. Hamka No. 15 Semarang. Berikut ini link makalah dan slide presentasinya.

Tanggal 19 Agustus 2009, menjadi narasumber untuk kegiatan Workshop Pengembangan E-Learning Program Pengembangan Guru MIPA Bertaraf Internasional Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Yogyakarta. Makalah dan slide presentasinya bisa diunduh di sini.

Wednesday, July 01, 2009

Ke UM untuk monev dari 28 Jun sampai 1 Jul. Berangkat 09.40 dari SRG menuju SUB dengan SJ (karena SJ adalah satu2nya flight dari SRG ke SUB). Dari SUB ke MLG pake taksi (336ths IDR), melewati jalanan macet di sepanjang tepian tanggul lumpur dan jalanan padat Sidoarjo. Jam 13 sdh check in dan tidur di Regent's Park. Malam hari makan malam di Prambanan, bertiga saja karena L tidak mau ikut. Paginya memulai monev dengan permisi ke PR1, wawancara dengan Dekanat, pengelola, dosen, dan mahasiswa (oleh L). Hari berikutnya ke SD Sawojajar I ketemu mhs PPL, Kepsek, dan guru pamong kemudian ke SD Tanjungsari II.
Sorenya sudah sendirian lagi di hotel, sampai pagi ini. Rencana ke SUB pakai trv Karina jam 12.00 dan ke SRG dengan SJ jam 18.30.
Di UPI dari 23-24 Juni 2009. Berangkat dari JOG dengan JT-... menuju CKG sejak jam 06.40. Sempat ketemu dan ngobrol dengan teman semasa S2, Marsekal AU dia sekarang. Sampai di CKG langsung ganti Trv CPG ke BTC. Sempat makan tahu bakso dan kemudian ke Sindang Reret. Sore itu langsung masuk ke IsResort. Dijemput tim UPI (Ah, Joh, Wul, Tt) makan malam di SrSnd. Paginya ketemu D dan staf dulu, wawancara dengan pengelola PJJ dan dosen, sementara AR wawancara dengan mhs. Siangnya ketemu PR1 (ChA). Makan siang di (lupa) lalu meneruskan wawancara di ruang pertemuan FIP.
Hari kedua ketemu dengan Kepsek dan melihat ICT Center di SMK4. Sempat makan siang di D'cost. Masih sempat nge-mie di Naripan. Sejak sore itu free. Sempat ke BTC, mie kocok, W, dan Drag me to the Hell. Pulangnya beli brownies. Pulang ke JOG dengan Lodaya pagi jam 08.00 dari Kebonkawung. Sampai di JOG sudah jam 17.00. Esok harinya (Jumat) ngajak Ido ke Amplaz, dan malamnya balik ke SRG, karena Minggu harus ke SUB untuk monev di UM.

Monday, June 15, 2009

Tiba di GTO nyaris malam, 10 juni 2009. Jam 06.35 dg SJ brkt dari SRG menuju CKG. Jam 07.35, setelah nyaris beku 50 menitan di kabin SJ, sampai juga di CKG. Masih harus menunggu sampai 11.35 untuk terbang dg SJ juga ke GTO. Transit 20 menit di UPG, 1 jam penerbangan dari CKG. Penerbangan dilanjutkan ke GTO, kira2 2 jam. Sampai di bandara Djalaludin sudah dijemput teman2 UNG. Kami (hrw, hbs, asj) sebenarnya satu fligth dg hfd dari UPI. Belakangan aku tahu mereka memberi kuliah pd mhs 'eksekutif' dari UNG dan pejabat2 di GTO (s2 dan s3). Esok harinya ktm jajaran pimpinan ung dan fip-ung untuk wawancara monev. Sorenya sempat ke SMK Wirabakti yang jadi salah satu ICT Center untuk mhs PJJ-S1 PGSD UNG. Smk ini dimiliki oleh yayasan dibawah Ny. Uga Wiranto yg asli GTO. Dari ICT Center, sempat ke kantor Gubernur GTO yg ada di puncak bukit.
Hari berikutnya (120609) ke Kab. Boalemo, mengunjungi SDN 1 Tilamuta, SDN 12 Tilamuta, dan ICT Center yg ada di Dinas Pendidikan Kab Boalemo. Pulang ke hotel (Megazanur, Jl. A Yani GTO) sdh menjelang petang, karena sempat mampir ke rmh ibu GA yg ayahnya meninggal hari itu. Aku sempat pula, setelah para pengantar pulang, ke Pasar Tua, membeli dua kain krawang. Aku tulis ini di terminal 3 bandara soetta menunggu waktu check-in mandala ke SRG yg rencananya takeoff jam 14.00. (Karena kesulitan mem-post-kannya ke blogspot, aku pindahin melalui IR ke laptop dan kupublish ke blogspot hari Senin, di ruang dosen).

Friday, April 24, 2009

Bulan yang sibuk:

Pangrango 2, Bogor PJJ PGSD (12-14 April 09)
PGSD Workshop (16-17 April 2009)
Inna Garuda Yogyakarta PJJ PGSD (18-20 April 09)
Inna Grand Bali Beach BERMUTU (21-22 April)
Universitas Negeri Malang ICT PHK-I, Edohotel Jl. Surabaya No. 1, Enny Guest House Jl. Taman Wilis(23-24 April 09)


Juga kedukaan: setelah beberapa kali ke RSPC sejak jatuh di kamar mandi, Eyang Kung Cilacap meninggal dunia 13 April 2009. Hari berikutnya baru aku bisa ke Cilacap dengan menempuh rute Bogor-Jakarta-Jogyakarta-Cilacap.

Sunday, February 01, 2009

Daftar Hotel:
Banana Inn (Bandung
Aston Marina Apartment (Jakarta)
Provence (Bandung)
Twin Plaza Hotel (Jakarta)
Bintang Griya Wisata (Jakarta)
Ciputra (Jakarta)
Hotel Mega Anggrek (Jakarta)
Spark (Mangga Besar, Jakarta)
Menara Peninsula Hotel (Jakarta)
Millenium Sirih (Jakarta)
Hotel Bidakara (Jakarta)
Hotel Sultan (Jakarta)
Hotel Century Atlet (Jakarta)
Sempur Park Hotel (Bogor)
Pangrango I (Bogor)
Pangrango II (Bogor)
Inna Garuda Hotel (Jogjakarta)
Hotel Saphir (Jogjakarta)
Hotel Nidya (Pierre Tendean, Jogjakarta)
Hotel Inna Veteran (Denpasar, Bali)
Hotel Palm (Banjarmasin)
Hotel Peony (Pontianak)
Hotel Orchadz (Pontianak)
Hotel Pusako (Bukittinggi)
Grand Kartika (Pontianak)
Inna Dharma Deli (Medan)
Apartemen Sejahtera? (Ciumbelueit, Bandung)
Hotel Clarion (Makassar)

Kota:
Medan
Padang
Jakarta
Bandung
Bogor
Pontianak
Banjarmasin
Makassar
Denpasar
Jayapura
Bogor

Tuesday, January 20, 2009

20 Januari 2009
Semingguan kemarin (12-17 Januari 2009) aku dan tim bu PP ngadain pelatihan ICT plus penelitian pada wanita nelayan Gunungkidul. Peserta pelatihan sekaligus subyek penelitian adalah wanita nelayan pantai Baron. Dimulai dengan TOT untuk guru (kebetulan aku masih punya akses ke guru-guru GK yang pernah aku latih ICT di Unnes) dan memilih 4 dari 20 untuk membantu mendampingi pelatihan ke ibu-ibu nelayan. Asyik sih, nggak nyangka lebih mudah ngajarin ibu-ibu nelayan daripada pengalaman mengajari mahasiswa S2 sembilan tahun yang lalu.
Jadi, seminggu itu aku dua kali ikut ke pantai Baron, sekedar melihat pantai dan makan kepiting asam manis.
Minggu (18 Januari) baru aku balik Semarang setelah semalam menginap di Jakal.
Senin memulai rutinitas baru di Semarang dan Yogya bolah-balik.

Tuesday, January 13, 2009

Kamis, 8 Januari, pagi-pagi, kami bertiga bertaxi menuju Cilacap. Eyang Kung nya Ido jatuh dan diopname di rumah sakit. Sebenarnya sih hari ini mau menjemput Eyang Kudus untuk dibawa ke Magelang menengok Om EDR yang lagi sakit. Tapi, itulah. Ada yang lebih perlu di dahulukan. Di Cilacap sampai Sabtu pagi, langsung ke YK bareng mbak T karena harus gabung dengan teman-teman UT untuk memulai penelitian di GK. Seharusnya Minggu kami sudah kumpul, tetapi karena praktis tak ada hal penting maka aku ijin untuk gabung hari Senin saja. Langsung balik ke Jakal setelah beberapa saat di hotel Nidya untuk ketemu tim.
Senin, 12 Januari, bertiga kami ke dusun Kemadang, Tanjungsari, Gunungkidul untuk mendatangi kantor Kepdes dan melihat kondisi pantai Baron, Drini, Krakal, dll.
Saat ini, 13 Januari, berempat (PP, HRW, BAS, TUT) kami ada di SMKN 2 Wonosari untuk melakukan TOT kepada 20 orang guru (yang datang hanya 18). Selanjutnya dari 18 itu akan diambil 4 orang untuk mendampingi tim melatih ibi-ibu nelayan.
Hari ini juga ada kabar acara tanggal 15 di Jakarta batal. Jadi tangal 15 aku nggak jadi ke Jakarta!!!

Sunday, December 21, 2008

Papua, 16-18 Desember 2008

Selepas Padang, aku ngantor sehari di Senayan. (HMA-MTA-MD-TPH-Grg tak perlu aku ceritakan di sini). Berikutnya penugasan ke Papua, untuk pekerjaan yang sama dengan di Padang. Ok, aku berangkat dari SRG jam 17.00 untuk ganti pesawat di CKG dan menuju DJJ jam 21.15 nanti. Ini adalah perjalanan panjang selama bertugas di Bindiklat maupun PJJ. Rute CKG-UPG-Biak-DJJ ditempuh nyaris 8 jam. Kami sampai bandara Sentani ketika jam sudah menunjukkan 07.30 WITA. Berempat dengan sopir, kami menuju LPMP Jayapura, tempat pertemuan diselenggarakan. Bertiga kami menempati salah satu rumah dinas. Mandi, berganti baju, kemudian menemui Ka LPMP, dan dilanjutkan dengan presentasi sampai jam 15.00. Acara ditutup 16.00, lalu kami istirahat sebentar, karena berencana keliling kota malam ini.
Sama seperti kota-kota lain, Jayapura juga kenal macet dan lalu lintas cukup padat sepanjang jalan Skyline, Angkasa, terus berhenti di Dok Dua, sekitar Swiss Belhotel. Sempat melihat-lihat batik tapi tak berminat membeli barang sepotongpun (ada artis psikolog TB yang juga pas sedang cari batik di sana). Makan malam di Dok Dua, berkeliling naik ke Lembah Sunyi, lantas pulang ke LPMP. Hm .. malam yang mengesankan malah kurasakan di sepi malam, di rumah dinas LPMP. Jadi .... ini benar Jayapura!
Padang, 9-10 Desember 2008

Tugas. Hanya itu yang terlintas. Sebenarnya malam itu, Kamis 4 Desember harusnya aku sudah menuju ke sana langsung dari Bandara CGK. Saat itu sedang menunggu boarding ketika telepon dari Pp mengharapkan aku tak usah balik Semarang tetapi langsung saja ke Padang. Aku, tentu saja, keberatan. Beres. Nggak nyangka kalau kemudian ketika pesawat landing dan ponsel aku buka, tawaran datang lagi. Pilih satu hari antara 9 - 11 Desember. Setelah itu datang telepon silih berganti: MA, rumah, Pp. Ok, aku setuju pilih tanggal 9. Maka tanggal 9 itu aku berangkat ke Padang. dari SRG aku berangkat pagi. Setelah menunggu transit di CGK aku pindah penerbangan ke Padang. Tengah hari aku sampai. Dijemput orang LPMP, kami menuju kantor LPMP yang terletak di dalam kampus UNP. Berbasa-basi sebentar, kami kemudian meluncur ke hotel Pusako di Bukittinggi, 3 jam perjalanan dari Padang.
Di sana, aku sendirian presentasi malam sampai jam 22.00 lalu dilanjutkan pagi sampai jam 09.00 karena siang itu juga, dengan BTV aku harus ke Jakarta. Ada yang menunggu sehingga aku bergegas. Esok hari aku harus ngantor lagi di Senayan.
Alih-alih ke HMA, aku pesan tempat di TPH, suite 506. (Lintasan HMA-MTA-MD-TPH adalah bagian penting dari perjalanan Padang ini).
Pagi kembali ngantor ke Senayan. Tugas berikutnya adalah ke Papua, bertiga dengan N dan EW, 16 - 18 Desember 2008.

Monday, December 08, 2008

Tanggal 1-3 Desember 2008 kemarin dulu adalah saat finish etape pertama kegiatan maraton penyusunan panduan belajar yang akan mulai digunakan untuk program BERKUALITAS (sorry, berhubung posisiku tidak memungkinkan penyebutan nama program kecuali diijinkan oleh Direktur) tahun 2009. Menurut beberapa teman, kegiatan finalisasi ini aneh karena bahan yang sama telah di-TOT-kan di level nasional dan bahkan tim provinsi sudah ada yang memulai kegiatan TOT level berikutnya pada tangal 1-3 ini.
Bagaimanapun kudu-harus mau nggak mau diterima. Nggak puas sih, karena hampir semua anggota tim pengembang level nasional merasa masih banyak yang bisa dibenahi sebelum panduan dicetak skala besar.
Sementara itu, aktivitas sebagai konsultan juga mendekati minggu-minggu terakhir. Canda dan humor kawan-kawan sesama konsultan (dan juga dengan staf administrasi) rasanya masih akan terkenang lama.
Tanggal 4 aku masih menyempatkan diri ke kantor di S dan berencana cabut ke SRG sore itu juga. EW juga punya rencana yang sama. Ia harus segera ke Bdg, katanya ada yang harus diselesaikan di kantor. Tiket untuk terbang jam 17.15 sudah di tangan.
Mengenai tiket ini, ada lucunya juga. Entah gimana, aku begitu yakin bahwa tiket (tepatnya kode booking!) yang aku pegang adalah kode booking Garuda. maka dengan penuh keyakinan aku tunjukan kode booking, GFF, dan KTP untuk cetak tiket di counter yang mbak-nya cantik-cantik itu. Sudah ada rasa nggak enak ketika si-mbak bilang bahwa kode tiketnya kok salah. Aku yakin bilang: "coba di search lewat nama saja mbak! Mbaknya nurut. Tapi rupanya nggak ketemu juga. Tiba-tiba aku ingat sesuatu. Aku ngomong saja ke mbaknya:" Biar aku tanya yang ngurus tiket dulu mbak". Dan GFF + KTP + kertas berisi kode booking itu aku bawa lagi. Nelpon Dwi, yang juga bingung, tapi kemudian menjawab: Iya, ketika kutanya: "Apa tiketku Mandala?".
Maka aku panggillah taksi menuju terminalnya Mandala.
Benar, tiket bisa kucetak di counter Mandala.
Setelah check-in, masuk ke ruang tunggu, nah-kan ketahuan. Penerbangan di-delay. Ini delay yang kayaknya menjadi rutin. Tapi biarlah. Telpon dan SMS-an, lantas duduk manis. Sempat ngobrol dengan teman dari Unnes yang ketemu di ruang tunggu (pak E, dari FIS, dan dua ibu yang namanya aku belum ingat).
Pas pesawat hampir boarding, datang telepon. "Pak bisa nggak kalau langsung ke Padang, nggak usah ke Semarang. Kalau bisa langsung saja beli tiket untuk penerbangan ke Padang malam ini". Wah, gimana? Ya nggak-lah. Lagi, mau disuruh presentasi apa juga masih gelap. Maka dengan meminta maaf, permintaan itu aku tolak.
Aku boarding, pesawat take-off, dan sejam kemudian aku sudah di atas taxi menuju selatan kota semarang. Di bangku belakang taxi mulai aku aktifkan ponsel-ku satu persatu. Rupanya, ada sms yang terkirim beberapa saat setelah pesawat take off. Isinya menanyakan kemungkinan berangkat ke Padang tanggal 9 - 11. Setelah telepon rumah bolak-balik (dan rumah juga bilang telah dihubungi pak MAK, aku telepon balik pengirim SMS. Tanya acara sekaligus jadwal. Ok, clear. Selasa pagi sampai Rabu pagi di Padang (Bukittinggi, tepatnya), Rabu siang balik Jakarta sampai Jum'at. Itu adalah hari teakhir menjadi konsultan. Tahun depan? Wallahualam. Disertasi sudah harus diselesaikan.

Tuesday, October 28, 2008

27-28 Oktober
Dikurung di Wisma Lansia Langen Wredha, Lerep Ungaran (ternyata, katanya, di sini tinggal juga NH Dini, penulis wanita era 66-an yang masih aktif sampai sekarang)
Restorant Hotel Grand Kartika
(grand_kartika@yahoo.com)
Jl. Rahadi Oesman No.2
Pontianak Kalimantan Barat

Tepi Sungai Kapuas 25 Oktober 2008
kamarnya sih sangat biasa, cenderung tua dan kurang nyaman. Bahkan, anak kecoa kecil berlarian di lantai kamar mandi. Tetapi, letaknya yang persis di tepian sungai Kapuas benar-benar menawarkan suasana yang berbeda, lebih romantis daripada hotel Orchadz yang ada di Jalan Gadjahmada.
Tiba di hotel dari Bandara Supadio, dalam rintik hujan bulan Oktober, jam sudah menunjukkan pukul 20.15 WIB. Air hujan yang terus jatuh menambah genangan di sana-sini. Juga di atas jajaran conblok di lahan parkit hotel.
Beberapa men Meski gelap malam, dan lampu-lampu bandara hany abersinar temaram, genangan air cukup jelas terlihat lewat pantulan lampu mobil yang berjalan pelan membelah malam, mencari rumah makan.
Perut sudah kosong.
Bakso Malang 'Oasis' di Bandara Soeta tidak bertahan lama menangsal isi perut. Aku tidak tahu kemana kami akan menuju, lantaran pak HK yang menjemput dan mengantarku hanya bertanya:"Pak Hari mau seafood atau apa?". Aku jawab "Seafood juga oke, asal bukan kepiting porsi besar!". Kepiting saus lada hitam versi porsi besar itu aku temui ketika makan di Pantai Kakap Indah bulan Juni lalu.
Di sebuah bangunan besar dan gelap kami berputar dan berhenti di sudutnya. Lampunya cukup terang, kontras dengan kegelapan bangunan besar di sebelahnya, yang aku tahu adalah sebuah Museum. Nama rumah makannya 'Handayani'. Jawa banget!. Menunya standar, ikan dan ayam dengan berbagai variasi cara pengolahan.
Pilihan konvensional aku, karena adanya juga itu-itu saja, cumi saus padang dan taoge polos (sebetulnya cah taoge). Lalu pak HK menambah menu: ikan kakap merah bakar.
Di tengah makan, datang pak RF, dosen FKIP Untanpura yang juga Direktur STKIP Melawi (650 km dari Pontianak. Lalu kamipun terlibat dalam perbincangan hangat sekitar kebijakan pemerintah dalam meng-S1-kan sekitar 1,4 juta guru yang harus selesai sebelum 2015.
Selesai makan, aku dan pak HK mampir di Jalan Gadjahmada, menikmati beberapa buah durian.
Dan di sinilah akau sekarang. Resto Hotel Grand Kartika, di dekat kapal besar yang sedang bersandar (nama kapalnya: Balam!, melayu banget! Tanya orang Jakarta, berapa banyak yang tahu arti kata balam.)
dari percakapan dengan rombongan Depdagri yang sedang mengedakan pelatihan di PNK ini, tepi sungai sebelah hotel ini adalah juga pelabuhan kapal, yang antara lain menuju ke Jawa. Amboi !!

Saturday, October 25, 2008

Lagi:
9 - 11 Oktober finalisasi Panduan Belajar BERMUTU di Wisma Handayani Cipete Jaksel. Di akhir program ada bisik-bisik undangan ke Lt 15 (PMPTK Senayan) untuk rekruitmen konsultan BERMUTU. Jadi, sore 11 okt pulang, di rumah sampai 13 pagi, jam 06.10 balik ke jakarta lagi.
13 Oktober, pengarahan dan rapat tentang konsultan modul BERMUTU bersama 25 orang lainnya. Aku kebagian peran jadi konsultan ICT. Harus segera minta ijin rektor (#@$%^^&??!!).
22 - 24 Oktober, hadir sebagai konsultan sekaligus mengikuti validasi modul BERMUTU di Wisma Handayani. Pagi 22 mampir dulu ke PMPTK, pengarahan oleh koordinator, siangnya cabut ke Wisma Handayani mengikuti acara validasi modul. Jum'at 24 menjelang siang balik ke Senayan, mulai kerja. Jam 15-an ke Bandara untuk langsung ke Pontianak.
24 malam sampai 25 pagi di Pontianak. Rencana setelah Subuh, 16 Oktober, mau ke Singkawang. Acara: Monev PJJ PGSD.