Saturday, October 29, 2011

Mulut jalan tol menuju dalam kota semarang bulan2 terakhir ini seperti sebuah terminal bayangan. Bus, angkot, travel campur aduk menunggu atau menaikkan penumpang. Sesungguhnya asyik menikmati perilaku puluhan calon penumpang, calo, agen tiket, penjual asongan, penjual koran, dan segala macam lainnya. Menunggu jadi mengasyikkan kalau kita tahu bagaimana menikmatinya.
-------------------
the good life is one inspired by love and guided by knowledge (BR)

Friday, October 28, 2011

27-28 Oktober
Dikurung di Wisma Lansia Langen Wredha, Lerep Ungaran (ternyata, katanya, di sini tinggal juga NH Dini, penulis wanita era 66-an yang masih aktif sampai sekarang)

Monday, October 24, 2011

Hari-hari sibuk. Awal bulan harus ke SUB langsung ke BDJ untuk uji coba bahan ajar. Ke SUB-nya sekalian ke Unair, ketemu pak TKSP untuk konsultasi revisi disertasi. Sabtu-Minggu juga mulai IHT Round III, dimulai dari Ungaran, Salatiga, Purbalingga, dan 24-26 harus mengikuti TOT PAK Pengawas Sekolah. Sedikit waktu tersisa dipakai untuk ke SMK Bawang 1 Banjarnegara (tanggal 16). Karena padat, terpaksa tidak bisa datang di pertemuan persiapan Lokakarya PJJ (14-16) dan lokakaryanya (28-31). TOT untuk guru SMA dan SMK di BPTIKP juga berlangsung dalam bulan ini. Saat ini (23-26) juga sedang mengikuti TOT PAK Pengawas Sekolah atas tugas dari DinDik Jateng berdasar undangan PPTK Dikmen.
-------------------
the good life is one inspired by love and guided by knowledge (BR)

Saturday, October 15, 2011

Without dialogue there is no communication, and without communication there can be no true education (Paulo Freire, 1997:73-74)
-------------------
the good life is one inspired by love and guided by knowledge (BR)

Friday, September 30, 2011

Di lorong SMF Radiologi, GDC Dr Sutomo, tiba-tiba aku teringat lagu Leo Kristi: Solus Aegreti Suprema Lex'est. Konon semboyan ini terukir di dinding rumah sakit, entah di sisi mana.
-------------------
the good life is one inspired by love and guided by knowledge (BR)

Thursday, September 29, 2011

Jogjaaa

Pagi ini dicerahkan oleh sms yang datang ketika aku lagi fotokopi. "Pak Hari apa bisa datang jm 12?". Sebelumnya kami janji ketemuan jam 13. Sementara ada yang disms saja tidak membalas. God bless you Pak.

Saturday, September 24, 2011

Sekawanan blekok terbang dalam formasi V di atas awan Demak. Mereka pulang menuju sarangnya di Semarang. Alangkah damai. Alangkah nyaman.
-------------------
the good life is one inspired by love and guided by knowledge (BR)

Monday, September 19, 2011

Ke Jakarta dengan GA241. Berangkat siang karena rapat rencananya baru dibuka jam 16 di Menara Peninsula. Ini rapat persiapan uji coba bahan ajar PJJ. Ke Solok dalam rangka ME BERMUTU batal. Tanggal 13 kemarin sempat ke Belmawa untuk mendampingi kontrak hibah PJJ sekaligus pembenahan proposal untuk PGSD Unesa dan Elektro Malikullsaleh. Lalu tgl 15 ikut bersama Tim melakukan uji publik pengganti SK 107 tentang PJJ. Tanggal 22 diminta bicara tentang TIK pembelajaran dalam simposium guru peserta lomba MPI. Sementara persiapan ujian terbuka pelan2 harus dijalani, Oktober ini IHT putaran akhir jugas harus berjalan.
-----------------
Hari Wibawanto
Teknik Elektro
Universitas Negeri Semarang

Wednesday, July 20, 2011

Sosialisasi PJJ di JW Marriot

Minggu malam 17 Juli sampai Selasa pagi aku ada kegiatan sosialisasi PJJ di JW Marriot Surabaya. Pulangnya langsung ke Makassar. Sampai Makassar jam 17 wita. Karena semua hotel yang berbintang banyak penuh semua (ada acara PIMNAS rupanya) aku dapat hotel Panakukkang di Jl Boulevard (?). Besok pagi (21 Juli) aku balik SRG (tadinya mau langsung JOG).
-

Friday, July 15, 2011

PLM

Lagi di ruang tunggu bandara Sultan Mahmud Badarrudin II (BTW, SMB I apakah kalah tenar? Jangan2 nggak ada). Mau balik ke SRG setelah 2 hari melakukan sosialisasi KP di FKIP Unsri. Sempat menginap semalam di Aryaduta Hotel di kompleks Palembang Square di kamar 1509 dengan view yang (katanya) ke arah jembatan Ampera. Benar juga sih, tapi jembatan itu jauuuuh di sana, hanya kelihatan ujung atasnya, meskipun kamarku di lantai 15. Sempat makan siang di Pindang Musi Rawas dan makan malam di Sri Melayu. Lumayan juga. Di PMR sempat mencicipi ikan pepes yang dibalur sama buah durian yang difermentasi (apa namanya ya?). Di SM sempat menggigit lalapan yang rasanya kayak kencur plus bonggol tanaman kunci. Mau coba lalap rotan mudah kayaknya tidak bersih, jadi batal.
Besok bersiap IHT di Salatiga, Minggu sampai Selasa di Surabaya, lalu terus ke Makassar. Lalu? ... Yogya sudah nunggu.
-------------------
the good life is one inspired by love and guided by knowledge (BR)
Penjelasan Mendiknas:

.......

JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh mengakui adanya 43 rekening liar di kementerian yang dipimpinnya. Menurut Mohammad Nuh, sebanyak 43 rekening liar itu berasal dari 1.200 rekening yang terdapat di Kemendiknas dan disebar pada beberapa unit, salah satunya adalah perguruan tinggi negeri (PTN). Ia menegaskan, 43 rekening liar itu saat ini sedang dalam proses perizinan di Kementerian Keuangan.

"Yakinlah bahwa semua ini bukan berarti liar dalam penggunaannya. Hanya memang belum didaftarkan. Saya diminta mendaftarkan langsung karena ada beberapa nomor rekening dan nama di 43 rekening itu," kata Nuh, Kamis (14/7/2011) sore, di Jakarta.

Ia menjelaskan, rekening yang belum dilaporkan kepada Kementerian Keuangan itu karena ada miss leading antara tahun penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dengan tahun akademik.

"APBN untuk tahun depan sudah kita susun mulai sekarang, sedangkan penerimaan dana dari PTN itu baru sekitar Agustus dan September. Akibatnya, ada miss leading, tidak tercover dan tidak melalui mekanisme APBN karena sifatnya hanya prediksi," ujarnya.

Ia menjamin semua rekening liar itu bisa dipertanggungjawabkan karena rekening itu tidak liar tetapi lebih kepada masalah administrasi yang belum sempurna.

Misalnya, ujar Nuh, rekening yang terdapat di Universitas Hasanudin (Unhas). Di sana ada pergantian tukar tanah antara Unhas dan pihak lain yang sudah dilaporkan ke Kementerian Keuangan, tapi baru disetujui beberapa lalu.

"Masalah Unhas, Kementerian Keuangan sudah memberikan persetujuan, ada kesetaraan dalam proses tukar tanah itu. Mulai besok dan secara terus-menerus, semua rekening itu harus kita tertibkan," ujarnya.

Dalam keterangan pers Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Rabu, diungkapkan bahwa 43 rekening liar itu terdapat di sejumlah PTN. Sebanyak 43 rekening liar itu berasal dari Politeknik Negeri Semarang sebanyak dua rekening senilai Rp 146,24 juta, Universitas Lampung satu rekening sebesar Rp 8,34 juta, Politeknik Negeri Jakarta empat rekening senilai Rp 1,32 miliar.

Lainnya, Universitas Negeri Semarang tiga rekening senilai Rp 18,38 miliar, Politeknik Negeri Ujung Pandang lima rekening senilai Rp 232,36 juta, Politeknik Negeri Lampung dua rekening Rp 104,49 juta, Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel empat rekening senilai Rp 3,95 miliar, dan Universitas Hasanuddin 22 rekening senilai Rp 2,29 miliar.


.....

DetikNews

"43 Rekening itu tidak liar, hanya belum didaftarkan ke Kemenkeu. Nomor rekening itu semua bisa dipertanggungjawabkan," kata M Nuh.

Hal itu dikatakan usai penandatanganan MoU dengan Menteri Pendidikan Selandia Baru Hon anne tolley, di Kemendiknas, Jl Sudirman, Jakarta, Kamis (14/7/2011).

Namun menurutnya saat ini sudah ada 22 rekening dari 43 rekening tersebut yang sedang dalam proses pendaftaran. Sementara sisanya belum didaftarkan.

Adanya puluhan rekening yang belum didaftarkan karena ada perbedaan antara tahun anggaran dengan tahun ajaran.

"Adanya rekening itu diakibatkan karena penerimaan dana PTN ada di bulan Agustus-September karena semester baru. Ada missreading satu semester. Berbeda dengan tahun APBN jadi tidak tercover dalam APBN. Beberapa universitas akhirnya membuka rekening sendiri agar bisa lebih cepat," terangnya.

Nuh menambahkan kedepannya pihaknya akan melakukan penertiban administrasi terkait rekening tersebut. "Saya sudah meminta agar secepatnya rekening tersebut segera didaftarkan. Ini akan terus kami tertibkan," tutup Nuh.
......

Thursday, July 14, 2011

Di Kontan, 14 Juli 2011 diberitakan: .... di Unnes ada 3 rekening tanpa ijin menkeu dengan saldo akhir 18,3 milyar
.Dari Kompas 14 Juli 2011, kebetulan membaca di psw dalam perjalanan SRG-CKG-PLM ttg bermasalahnya keuangan PTN
(http://cetak.kompas.com/read/2011/07/14/0430211/bpk.keuangan.ptn.bermasalah)
....
Kedua, PNBP yang tidak dimasukkan ke rekening resmi bendahara atau rektor sebesar Rp 2,4 miliar di Politeknik Negeri Ujung Pandang, Politeknik Negeri Lampung, dan Politeknik Negeri Semarang.
Ketiga, penggunaan PNBP secara langsung, atau tidak dimasukkan ke rekening bendahara umum negara atau Kementerian Keuangan senilai Rp 11,42 miliar di Universitas Negeri Lampung dan Universitas Negeri Semarang. "Itu semua harus dihentikan karena dari total pungutan pendidikan yang berasal dari masyarakat sebesar Rp 7,9 triliun, ternyata ada sampel kasus yang menunjukkan dana tidak dikelola dengan baik," ujar Rizal.
...
Selain itu, BPK juga menemukan pengelolaan kas sebesar Rp 1,174 triliun di Kementerian Pendidikan Nasional yang tidak tertib. Permasalahan kas tersebut ditemukan di Universitas Negeri Semarang yang tidak dapat merinci saldo kas sebesar Rp 38,12 miliar.
...
Bagaimana kira2 kelanjutannya? Apa yang sebenarnya terjadi? Apakah terkait dengan studi2 banding dan kealpaan penganggaran (misalnya ada kegiatan yang harus berjalan tapi ternyata lupa dianggarkan)? Gelap ..., tapi kok BPK menyebut institusi dengan jelas? Supaya tidak terjadi dugaan macam2 lebih baik kalau pihak yang disebut2 itu memberikan penjelasan, agar infonya berimbang. Atau, seperti pendapat salah satu member milis DG: kalau pejabat BPK yang ngomoing spt itu jadi rektor, apakah kira2 akan lebih baik? ...

Sunday, May 15, 2011

Aku di bandara A. Yani saat ini. Undangan penulisan laporan KP dilakukan di Savoy Homann mulai tanggal 15 sampai 17. Sebelum kepastian berangkat hari ini, kemarin E dari Belmawa menanyakan apakah aku telah membeli tiket untuk rencana pertemuan Senin di Century. Memang, sebeliumnya ada rencana pertemuan untuk membahas finalisasi revisi SK 107 dan sebenarnya aku juga telah membeli tiket yang kemudioan aku ajukan tanggal berangkatnya menjadi tanggal 15 karena undangan KP. Aku jawab ke E bahwa memang benar telah membeli tiket, hanya saja tiketnya luwes sehingga tidak masalah seandainya dicancel atau dipending. Toh bisa digunakan lain kali. Benar juga sejam kemudian, setelah menghubungi ES yang dari Sub akhirnya pertemuan di Century dibatalkan. Ini dampak dari cuti bersama dadakan. Jadi, aku bisa fokus ke KP dan disertasiku yang masih menggantung, belum dijadwal ujiannya karena masih melalui satu kali rapat lagi.
Bulan ini bulan yang sibuk. Tanggal 5-7 kemarin aku ujicoba KP ke Untan, sebelumnya, tanggal 2 rapat di Belmawa. Ada juga meeting di Ambara tanggal. 29 April. Lalu tanggal 9-11 ujicoba KP di Unismuh Makasar. Saat ini aku belum tahu, mau pulang ke Smg atau langsung saja ke Y untuk menyelesaikan urusan disertasi? Tak tahulah. Tergantung kondisi. Tiketku luwes, jadi bisa ke mana saja, atau bahkan naik kereta apai dan tiketnya aku tunda pemakaiannya. Hal lain, pekerjaan PLPG sudah harus diselesaikan.

Sunday, May 08, 2011

Jam 17.30an kemarin baru aku sampai rumah setelah 2 jam lebih penerbangan dari PNK. Kira2 1 jam transit di BSH dan beberapa belas menit antre taksi di bandara ayani. Merasa nyaman karena batu kandung kemih bisa keluar saat mandi di orchadz hotel, meskipun sambil meringis menahan sakit saat penyebab nyeri sejak selasa (atau tepatnya sejak dari ambara ya?). Besok harus ke Makasar, tiket sudah siap hanya perlu online checking sore ini.

Friday, May 06, 2011

Aku berdua dengan FR tiba di Pnk menjelang tengah hari tanggal 5 Mei. Dari bandara Supadio, Pak K menjemput kami. Makan siang dulu di rumah makan di tepi jalan raya (by pass) bandara, sebelum menuju FKIP dan bertemu Pak Asw. Beliau rupanya masih mengingat aku yang pernah ke sini dua tahun lalu dan sempat pula ketemu beliau di dalah satu event di Jakarta. Sambil minta ijin pelaksanaan ujicoba esok hari, kami terlibat perbincangan hangat. Salah satu topik adalah tentang Pak RJ yang meninggal dinihari tanggal 5 Mei. Kebetulan Pak RJ adalah promotor Pak Asw ketika S3.
Dari FKIP kami diantar Pak K menuju hotel Orchadz tempat saya menginap 2 tahun lalu.

Hari kedua di Pnk kami awali dengan datang ke kampus PGSD. Acara ujicoba dimulai setelah sejenak beramah tamah dengan pimpinan Jurusan, dan membicarakan banyak hal termasuk PJJ dan S1 Dik dalam Jabatan yang di Untan ini ternyata dikelola Fakultas. Acara ujicoba diselingi dengan manis oleh pengalaman khas infrastruktur listrik yang sempat mati 5 menitan. Sempat kepikiran melaksanakan plan B (yang g kepikir mau apa, soalnya plan yang ada adalah ke warnet yang listriknya bisa saja mati juga). So, here we are ...

Monday, May 02, 2011

Pagi ini aku ke Jakarta. Undangan yang aku terima menyatakan bahwa acara rapat adalah pembahaan revisi sk menteri no. 107 untuk mengakomodasi PJJ yang direstui sebagai sarana peningkatan APK.
Pesawatku berangkat jam 09.40 tepat sehingga baru jam 11.30 aku sudah sampai di senayan. Maka aku putuskan untuk mampir di lantai 5 sambil mengurusi surat tugas uji coba KP dan berkoordinasi dengan teman-teman tim dikti. Menjelang ke luar, sambil duduk di sebelah sgyt yang tadi pagi sepesawat dan ada acara ketemu dengan dir, dan ngobrol, datang Bu Nn. Bu Nn minta bantuan untuk menjelaskan ke dir mengenai apa itu KP dan apa gunanya. Aneh, padahal kita telah menjelaskan dan bila perlu dir kan bisa tanya ke ap. Tentu saja aku bilang bahwa tidak ada momen yang pas bagiku untuk tiba2 ngomong itu ke dir. Disangkanya Bu Nn aku se fak atau malah se jurs dengan dir sehingga bisa ngomong. Andai toh begitu, aku nggak mau tiba-tiba ngomong ngejelasin apa itu KP. Ujung2nya terungkap, lewat Bu Nn, bahwa dir tidak suka menggunakan duit utangan. Duit untuk KP memang dari program Bermutu yang adalah duit utangan. Masih menurut Bu Nn, pernah dir menyuruh pindahkan alokasi dana kegiatan yang mmenggunakan dana utangan ke dana apbn. Bu Nn konsultasi ke biro perencanaan. Tentu saja tidak semudah itu memindah-alokasikan anggaran. Menurutku, sebaiknya dir konsen untuk menjaga agar pada masa kepemimpinannya ia menghindari membuat komitmen baru daripada buang energi menolah utang yan agreenmentnya G to G dan sudah dimulai era sebelumnya. Tapi menurut Bu Nn semua sdh beres dan aku dipesan untuk tidak cerita ke Bu Pp biar sii ibu tidak kepikiran. Di lift, ketika aku mau naik ke lantai 7 temat rapat dilaksanakan, aku ketemu bu Pp. Kami bareng naik ke ruang rapat. Karena rapat masih lama lagi baru akan mulai, Bu Pp mengajak ke Fx untuk makan siang. Di Cosi kami makan sambil ngobrolin sebagian informasi yang aku dapat dari Bu Nn minus sikap dir terhadap KP. Jadi aku tetap memegang janjiku ke Bu Nn.
Sore rapat sudah selesai dari rencana semula yang harusnya selesai jam 20. Maka meskipun sudah disediakan kamar di century atlet, aku memilih langsung ke Yogya karena besok pagi musti ambil hasil revisian di Pak Bb.

Monday, April 11, 2011

Dua akhir pekan berturut-turut, aku mengisi kegiatan In House Training Peningkatan Kompetensi TIK Guru SMA RSBI Jawa Tengah. Tanggal 2-3 April melakukan kegiatan di SMAN 1 Salatiga, dan 9-10 April di SMAN 1 Ungaran. Senin, 11 April diminta SMK 7 memberikan materi IHT tentang Metode Pembelajaran berbasis TIK di Hotel Muria, Jl. Dr. Cipto Semarang.

Friday, April 08, 2011

Unnes menambah penerimaan:
- reguler
- non reguler
- pjj

1. Diskusi penyusunan proposal PJJ
2. Penambahan kuota via non reguler

Sistematika proposal
- aspek pembelajarannya ditangani oleh PTIK
- sharing sistem ketika sarasehan

Prodi yang eligible PJJ
- FIS
- Bahasa
- Matematika
- Ekonomi
(Diemailkan ke masing2 peserta rapat)

Wednesday, April 06, 2011

Kemarin pulang dari Yogya via Solo, pakai Nusantara. Di Bawen datang telpon suruh ke Yk ketemu Ketua Konsorsium Bidang Ilmu jam 15.00. Jadilah pagi tadi aku pakai Cipaganti ke Yk lagi. Sekarang sedang nunggu saatnya tiba, di ... Lab SE.