Saturday, December 10, 2011

Rapat di Savoy Homann

Jam 02.00 dinihari Sabtu (10-12) tepat baru aku sampai di pelataran Savoy Homann di Jl. Asia Afrika Bandung. Sejak sore jam 16 Jumat tadi seharusnya acara sudah dibuka. Kami, Tim PJJ bersama Tim DBE melakukan persiapan akhir terkait rencana mengadakan Teacher Education Summit di UPI tanggal 14-16. Baru saja jam 13 siang Jumat kemarin aku sampai di rumah setelah sebelumnya, sejak Kamis pagi, aku di Jepara dan menginap di Hotel Kalingga Star. Ke Jepara pun kemarin aku tidak langsung dari rumah, tetapi langsung dari BSH. 
Rabu-Kamis (7-8 Des) Tim PJJ Belmawa rapat di Ambhara untuk, antara lain, menyiapkan rencana Seminar/Lokakarya PJJ. Kesimpulannya, beberapa hari ini acara super padat. Di jalan tadi sempat terbaca email undangan ke Makassar tanggal 21-22 Desember untuk Seminar PJJ di hotel Aryaduta, Jl. Sumba Opu. Syukurlah, hanya ada satu seminar, tidak seperti rencana semula yang akan menyelenggarakan 3 kali seminar. Minggu, 11 Desember, Tim PJJ pindah hotel ke Menara Peninsula.

Thursday, December 01, 2011

Baru saja turun dari Cipaganti. Pesawat Ga jam 06 SRG-CKG berangkat tepat waktu sehingga jam 06.50 aku sudah sampai di BSH dan jam 10.30 sudah duduk di Rumah Makan Shinta di depan BTC. Mau brunch dulu, siapa tahu makanan di Bali World tidak merangsang selera. Di jalan, baru saja keluar dari BSH, TA sms tentang dimulainya kuliah KKT siang ini jam 13. Aku akan memulai Senin tanggal 5 Desember saja. Lagi berfikir mengatur jadwal agar semua bisa dikerjakan dengan baik.
-------------------
the good life is one inspired by love and guided by knowledge (BR)

Monday, November 28, 2011

Minggu 20 November, menginap di Bandungan untuk menyelesaikan SOP-2 PJJ bersama teman2 PGSD (Pak Zaenal), PAUD (Pak Edy W), PGPJSD (Bu Heny), teman2 BPTIK (Mona, Alfath, Munawar), Pak Isa, temen2 TU LP3. Senin paginya meluncur ke Wisma BKK Tlogosari untuk mengisi kegiatan Bintek BPTIKP. Senin malam kira2 jam 19 datang telepon dari Pak Hartono untuk datang ke Bandungan. Ditunggu jam 10 malam karena malam itu acarta akan ditutup oleh Ka LP3. Jadilah jam 20 acara di BKK aku stop langsung ke Bandungan sambil mampir sebentar ke rumah. Jam 21.30 sampai di Bandungan. Taksi (Pak Iwang) aku suruh nunggu karena aku berharap bisa pulang malam itu juga. Kira2 setengah jam kemudian acara selesai, aku langsung pulang, sekalian ngajak bareng Bu Heny karena kelihatannya tidak ada penjemputnya.

Paginya aku balik lagi ke BKK sampai jam 16 sore. Rabu pagi aku putuskan ke Yogya untuk ambil undangan ujian terbuka Bu Ratna dan Pak Mingsep. Janjiku ke Mbak Dewi sih mau ambil Jumat. Di jalan ada info bahwa Jumat diundang rapat dengan tim DBE dan tim PPG (aku sendiri anggota tim PJJ) di hotel Amoz Cozy (Jl. Melawai Raya) untuk mempersiapkan Teacher Education Summit yang direncanakan berlangsung di UPI Bandung tanggal 14-16 Desember 2011. Untung masih dapat 1 seat Ga yang tersisa. Aku terbang jam 9.35 dengan harapan sekalian bisa ketemu teman di bandara. Sempat ketemu, ngobrol, dan nganter ke hotel Jayakarta. Aku sendiri balik ke Blok M dengan busway.
Acara di Amoz Cozy berlangsung sampai malam dan langsung ditutup malam itu juga. Paginya aku langsung pulang sambil mampir ke hotel Jayakarta di Jl. Hayamwuruk. Sabtu sore aku sudah sampai Banyumanik lagi. Minggu siang aku menuju Yogya. Menginap semalam di hotel Ishiro. Sekarang lagi siap2 makan pagi lalu ke FT UGM mengikuti ujian terbuka Bu Ratna.

Powered by Telkomsel BlackBerry®

Saturday, November 19, 2011

Setengah hari menjadi narasumber sekaligus penyelaras kegiatan diseminasi hasil lomba karya inovatif pembelajaran yang diselenggarakan Dinas Pendidikan Jawa Tengah. He he ikut diadilin para peserta yang belum jadi juara dengan pertanyaan, misalnya: "apa uniknya inovasi yang dilakukan sehingga bisa juara?", "bagaimana kriteria penilaian, kok bisa jadi juara"?, kok bisa rangking seseorang melorot dari 1 (saat penilaian dokumen) menjadi 30 (setelah presentasi)? Jadi panjang lebar deh menjelaskan kriteria penilaian, adanya dua instrumen, obyektivitas penilaian, dan ketidakinginan untuk "rapat menentukan juara". Jadi aku tersenyum saja "diprotes" seperti itu.
-------------------
the good life is one inspired by love and guided by knowledge (BR)

Saturday, October 29, 2011

Mulut jalan tol menuju dalam kota semarang bulan2 terakhir ini seperti sebuah terminal bayangan. Bus, angkot, travel campur aduk menunggu atau menaikkan penumpang. Sesungguhnya asyik menikmati perilaku puluhan calon penumpang, calo, agen tiket, penjual asongan, penjual koran, dan segala macam lainnya. Menunggu jadi mengasyikkan kalau kita tahu bagaimana menikmatinya.
-------------------
the good life is one inspired by love and guided by knowledge (BR)

Friday, October 28, 2011

27-28 Oktober
Dikurung di Wisma Lansia Langen Wredha, Lerep Ungaran (ternyata, katanya, di sini tinggal juga NH Dini, penulis wanita era 66-an yang masih aktif sampai sekarang)

Monday, October 24, 2011

Hari-hari sibuk. Awal bulan harus ke SUB langsung ke BDJ untuk uji coba bahan ajar. Ke SUB-nya sekalian ke Unair, ketemu pak TKSP untuk konsultasi revisi disertasi. Sabtu-Minggu juga mulai IHT Round III, dimulai dari Ungaran, Salatiga, Purbalingga, dan 24-26 harus mengikuti TOT PAK Pengawas Sekolah. Sedikit waktu tersisa dipakai untuk ke SMK Bawang 1 Banjarnegara (tanggal 16). Karena padat, terpaksa tidak bisa datang di pertemuan persiapan Lokakarya PJJ (14-16) dan lokakaryanya (28-31). TOT untuk guru SMA dan SMK di BPTIKP juga berlangsung dalam bulan ini. Saat ini (23-26) juga sedang mengikuti TOT PAK Pengawas Sekolah atas tugas dari DinDik Jateng berdasar undangan PPTK Dikmen.
-------------------
the good life is one inspired by love and guided by knowledge (BR)

Saturday, October 15, 2011

Without dialogue there is no communication, and without communication there can be no true education (Paulo Freire, 1997:73-74)
-------------------
the good life is one inspired by love and guided by knowledge (BR)

Friday, September 30, 2011

Di lorong SMF Radiologi, GDC Dr Sutomo, tiba-tiba aku teringat lagu Leo Kristi: Solus Aegreti Suprema Lex'est. Konon semboyan ini terukir di dinding rumah sakit, entah di sisi mana.
-------------------
the good life is one inspired by love and guided by knowledge (BR)

Thursday, September 29, 2011

Jogjaaa

Pagi ini dicerahkan oleh sms yang datang ketika aku lagi fotokopi. "Pak Hari apa bisa datang jm 12?". Sebelumnya kami janji ketemuan jam 13. Sementara ada yang disms saja tidak membalas. God bless you Pak.

Saturday, September 24, 2011

Sekawanan blekok terbang dalam formasi V di atas awan Demak. Mereka pulang menuju sarangnya di Semarang. Alangkah damai. Alangkah nyaman.
-------------------
the good life is one inspired by love and guided by knowledge (BR)

Monday, September 19, 2011

Ke Jakarta dengan GA241. Berangkat siang karena rapat rencananya baru dibuka jam 16 di Menara Peninsula. Ini rapat persiapan uji coba bahan ajar PJJ. Ke Solok dalam rangka ME BERMUTU batal. Tanggal 13 kemarin sempat ke Belmawa untuk mendampingi kontrak hibah PJJ sekaligus pembenahan proposal untuk PGSD Unesa dan Elektro Malikullsaleh. Lalu tgl 15 ikut bersama Tim melakukan uji publik pengganti SK 107 tentang PJJ. Tanggal 22 diminta bicara tentang TIK pembelajaran dalam simposium guru peserta lomba MPI. Sementara persiapan ujian terbuka pelan2 harus dijalani, Oktober ini IHT putaran akhir jugas harus berjalan.
-----------------
Hari Wibawanto
Teknik Elektro
Universitas Negeri Semarang

Wednesday, July 20, 2011

Sosialisasi PJJ di JW Marriot

Minggu malam 17 Juli sampai Selasa pagi aku ada kegiatan sosialisasi PJJ di JW Marriot Surabaya. Pulangnya langsung ke Makassar. Sampai Makassar jam 17 wita. Karena semua hotel yang berbintang banyak penuh semua (ada acara PIMNAS rupanya) aku dapat hotel Panakukkang di Jl Boulevard (?). Besok pagi (21 Juli) aku balik SRG (tadinya mau langsung JOG).
-

Friday, July 15, 2011

PLM

Lagi di ruang tunggu bandara Sultan Mahmud Badarrudin II (BTW, SMB I apakah kalah tenar? Jangan2 nggak ada). Mau balik ke SRG setelah 2 hari melakukan sosialisasi KP di FKIP Unsri. Sempat menginap semalam di Aryaduta Hotel di kompleks Palembang Square di kamar 1509 dengan view yang (katanya) ke arah jembatan Ampera. Benar juga sih, tapi jembatan itu jauuuuh di sana, hanya kelihatan ujung atasnya, meskipun kamarku di lantai 15. Sempat makan siang di Pindang Musi Rawas dan makan malam di Sri Melayu. Lumayan juga. Di PMR sempat mencicipi ikan pepes yang dibalur sama buah durian yang difermentasi (apa namanya ya?). Di SM sempat menggigit lalapan yang rasanya kayak kencur plus bonggol tanaman kunci. Mau coba lalap rotan mudah kayaknya tidak bersih, jadi batal.
Besok bersiap IHT di Salatiga, Minggu sampai Selasa di Surabaya, lalu terus ke Makassar. Lalu? ... Yogya sudah nunggu.
-------------------
the good life is one inspired by love and guided by knowledge (BR)
Penjelasan Mendiknas:

.......

JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh mengakui adanya 43 rekening liar di kementerian yang dipimpinnya. Menurut Mohammad Nuh, sebanyak 43 rekening liar itu berasal dari 1.200 rekening yang terdapat di Kemendiknas dan disebar pada beberapa unit, salah satunya adalah perguruan tinggi negeri (PTN). Ia menegaskan, 43 rekening liar itu saat ini sedang dalam proses perizinan di Kementerian Keuangan.

"Yakinlah bahwa semua ini bukan berarti liar dalam penggunaannya. Hanya memang belum didaftarkan. Saya diminta mendaftarkan langsung karena ada beberapa nomor rekening dan nama di 43 rekening itu," kata Nuh, Kamis (14/7/2011) sore, di Jakarta.

Ia menjelaskan, rekening yang belum dilaporkan kepada Kementerian Keuangan itu karena ada miss leading antara tahun penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dengan tahun akademik.

"APBN untuk tahun depan sudah kita susun mulai sekarang, sedangkan penerimaan dana dari PTN itu baru sekitar Agustus dan September. Akibatnya, ada miss leading, tidak tercover dan tidak melalui mekanisme APBN karena sifatnya hanya prediksi," ujarnya.

Ia menjamin semua rekening liar itu bisa dipertanggungjawabkan karena rekening itu tidak liar tetapi lebih kepada masalah administrasi yang belum sempurna.

Misalnya, ujar Nuh, rekening yang terdapat di Universitas Hasanudin (Unhas). Di sana ada pergantian tukar tanah antara Unhas dan pihak lain yang sudah dilaporkan ke Kementerian Keuangan, tapi baru disetujui beberapa lalu.

"Masalah Unhas, Kementerian Keuangan sudah memberikan persetujuan, ada kesetaraan dalam proses tukar tanah itu. Mulai besok dan secara terus-menerus, semua rekening itu harus kita tertibkan," ujarnya.

Dalam keterangan pers Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Rabu, diungkapkan bahwa 43 rekening liar itu terdapat di sejumlah PTN. Sebanyak 43 rekening liar itu berasal dari Politeknik Negeri Semarang sebanyak dua rekening senilai Rp 146,24 juta, Universitas Lampung satu rekening sebesar Rp 8,34 juta, Politeknik Negeri Jakarta empat rekening senilai Rp 1,32 miliar.

Lainnya, Universitas Negeri Semarang tiga rekening senilai Rp 18,38 miliar, Politeknik Negeri Ujung Pandang lima rekening senilai Rp 232,36 juta, Politeknik Negeri Lampung dua rekening Rp 104,49 juta, Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel empat rekening senilai Rp 3,95 miliar, dan Universitas Hasanuddin 22 rekening senilai Rp 2,29 miliar.


.....

DetikNews

"43 Rekening itu tidak liar, hanya belum didaftarkan ke Kemenkeu. Nomor rekening itu semua bisa dipertanggungjawabkan," kata M Nuh.

Hal itu dikatakan usai penandatanganan MoU dengan Menteri Pendidikan Selandia Baru Hon anne tolley, di Kemendiknas, Jl Sudirman, Jakarta, Kamis (14/7/2011).

Namun menurutnya saat ini sudah ada 22 rekening dari 43 rekening tersebut yang sedang dalam proses pendaftaran. Sementara sisanya belum didaftarkan.

Adanya puluhan rekening yang belum didaftarkan karena ada perbedaan antara tahun anggaran dengan tahun ajaran.

"Adanya rekening itu diakibatkan karena penerimaan dana PTN ada di bulan Agustus-September karena semester baru. Ada missreading satu semester. Berbeda dengan tahun APBN jadi tidak tercover dalam APBN. Beberapa universitas akhirnya membuka rekening sendiri agar bisa lebih cepat," terangnya.

Nuh menambahkan kedepannya pihaknya akan melakukan penertiban administrasi terkait rekening tersebut. "Saya sudah meminta agar secepatnya rekening tersebut segera didaftarkan. Ini akan terus kami tertibkan," tutup Nuh.
......

Thursday, July 14, 2011

Di Kontan, 14 Juli 2011 diberitakan: .... di Unnes ada 3 rekening tanpa ijin menkeu dengan saldo akhir 18,3 milyar
.Dari Kompas 14 Juli 2011, kebetulan membaca di psw dalam perjalanan SRG-CKG-PLM ttg bermasalahnya keuangan PTN
(http://cetak.kompas.com/read/2011/07/14/0430211/bpk.keuangan.ptn.bermasalah)
....
Kedua, PNBP yang tidak dimasukkan ke rekening resmi bendahara atau rektor sebesar Rp 2,4 miliar di Politeknik Negeri Ujung Pandang, Politeknik Negeri Lampung, dan Politeknik Negeri Semarang.
Ketiga, penggunaan PNBP secara langsung, atau tidak dimasukkan ke rekening bendahara umum negara atau Kementerian Keuangan senilai Rp 11,42 miliar di Universitas Negeri Lampung dan Universitas Negeri Semarang. "Itu semua harus dihentikan karena dari total pungutan pendidikan yang berasal dari masyarakat sebesar Rp 7,9 triliun, ternyata ada sampel kasus yang menunjukkan dana tidak dikelola dengan baik," ujar Rizal.
...
Selain itu, BPK juga menemukan pengelolaan kas sebesar Rp 1,174 triliun di Kementerian Pendidikan Nasional yang tidak tertib. Permasalahan kas tersebut ditemukan di Universitas Negeri Semarang yang tidak dapat merinci saldo kas sebesar Rp 38,12 miliar.
...
Bagaimana kira2 kelanjutannya? Apa yang sebenarnya terjadi? Apakah terkait dengan studi2 banding dan kealpaan penganggaran (misalnya ada kegiatan yang harus berjalan tapi ternyata lupa dianggarkan)? Gelap ..., tapi kok BPK menyebut institusi dengan jelas? Supaya tidak terjadi dugaan macam2 lebih baik kalau pihak yang disebut2 itu memberikan penjelasan, agar infonya berimbang. Atau, seperti pendapat salah satu member milis DG: kalau pejabat BPK yang ngomoing spt itu jadi rektor, apakah kira2 akan lebih baik? ...

Sunday, May 15, 2011

Aku di bandara A. Yani saat ini. Undangan penulisan laporan KP dilakukan di Savoy Homann mulai tanggal 15 sampai 17. Sebelum kepastian berangkat hari ini, kemarin E dari Belmawa menanyakan apakah aku telah membeli tiket untuk rencana pertemuan Senin di Century. Memang, sebeliumnya ada rencana pertemuan untuk membahas finalisasi revisi SK 107 dan sebenarnya aku juga telah membeli tiket yang kemudioan aku ajukan tanggal berangkatnya menjadi tanggal 15 karena undangan KP. Aku jawab ke E bahwa memang benar telah membeli tiket, hanya saja tiketnya luwes sehingga tidak masalah seandainya dicancel atau dipending. Toh bisa digunakan lain kali. Benar juga sejam kemudian, setelah menghubungi ES yang dari Sub akhirnya pertemuan di Century dibatalkan. Ini dampak dari cuti bersama dadakan. Jadi, aku bisa fokus ke KP dan disertasiku yang masih menggantung, belum dijadwal ujiannya karena masih melalui satu kali rapat lagi.
Bulan ini bulan yang sibuk. Tanggal 5-7 kemarin aku ujicoba KP ke Untan, sebelumnya, tanggal 2 rapat di Belmawa. Ada juga meeting di Ambara tanggal. 29 April. Lalu tanggal 9-11 ujicoba KP di Unismuh Makasar. Saat ini aku belum tahu, mau pulang ke Smg atau langsung saja ke Y untuk menyelesaikan urusan disertasi? Tak tahulah. Tergantung kondisi. Tiketku luwes, jadi bisa ke mana saja, atau bahkan naik kereta apai dan tiketnya aku tunda pemakaiannya. Hal lain, pekerjaan PLPG sudah harus diselesaikan.

Sunday, May 08, 2011

Jam 17.30an kemarin baru aku sampai rumah setelah 2 jam lebih penerbangan dari PNK. Kira2 1 jam transit di BSH dan beberapa belas menit antre taksi di bandara ayani. Merasa nyaman karena batu kandung kemih bisa keluar saat mandi di orchadz hotel, meskipun sambil meringis menahan sakit saat penyebab nyeri sejak selasa (atau tepatnya sejak dari ambara ya?). Besok harus ke Makasar, tiket sudah siap hanya perlu online checking sore ini.

Friday, May 06, 2011

Aku berdua dengan FR tiba di Pnk menjelang tengah hari tanggal 5 Mei. Dari bandara Supadio, Pak K menjemput kami. Makan siang dulu di rumah makan di tepi jalan raya (by pass) bandara, sebelum menuju FKIP dan bertemu Pak Asw. Beliau rupanya masih mengingat aku yang pernah ke sini dua tahun lalu dan sempat pula ketemu beliau di dalah satu event di Jakarta. Sambil minta ijin pelaksanaan ujicoba esok hari, kami terlibat perbincangan hangat. Salah satu topik adalah tentang Pak RJ yang meninggal dinihari tanggal 5 Mei. Kebetulan Pak RJ adalah promotor Pak Asw ketika S3.
Dari FKIP kami diantar Pak K menuju hotel Orchadz tempat saya menginap 2 tahun lalu.

Hari kedua di Pnk kami awali dengan datang ke kampus PGSD. Acara ujicoba dimulai setelah sejenak beramah tamah dengan pimpinan Jurusan, dan membicarakan banyak hal termasuk PJJ dan S1 Dik dalam Jabatan yang di Untan ini ternyata dikelola Fakultas. Acara ujicoba diselingi dengan manis oleh pengalaman khas infrastruktur listrik yang sempat mati 5 menitan. Sempat kepikiran melaksanakan plan B (yang g kepikir mau apa, soalnya plan yang ada adalah ke warnet yang listriknya bisa saja mati juga). So, here we are ...